Perdana Melantai di Bursa, Saham IKAN dan AYLS Kena Auto Reject

12 Februari 2020 9:46 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) melaksanakan pencatatan perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) melaksanakan pencatatan perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
ADVERTISEMENT
Dua Emiten baru yaitu PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) telah melaksanakan pencatatan perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2).
ADVERTISEMENT
Pergerakan saham keduanya langsung terkena auto reject. Kedua saham perusahaan tersebut melonjak masing-masing 70 persen pada saat listing perdana.
Saat listing, saham Era Mandiri Cemerlang naik 84 poin dari harga penawaran Rp 120 per saham menjadi Rp 204 per saham. Saham dengan kode emiten IKAN ini ditransaksikan sebanyak tiga kali dengan volume 5.890 lot sehingga perusahaan untuk sementara ini memperoleh dana sebesar Rp 120,16 juta.
Sedangkan saham Agro Yasa Lestari pada listing perdana sempat tidak diminati investor. Kemudian beberapa menit awal setelah pembukaan perdagangan saham perusahaan dengan kode emiten AYLS stagnan.
Namun setelah tiga menit, saham AYLS naik 70 poin dari harga penawaran Rp 100 per saham menjadi Rp 170 per saham. Saham Era Mandiri Cemerlang ditransaksikan sebanyak dua kali dengan volume dua lot sehingga untuk sementara perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp 34 ribu.
ADVERTISEMENT
Kedua saham perusahaan tersebut langsung terkena auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Auto rejection berlaku jika harga saham naik atau turun secara drastis dalam rentang waktu tertentu untuk rentang harga saham Rp 50 sampai Rp 200 naik atau turun lebih dari 35 persen dalam sehari. Sementara rentang harga saham Rp 200 sampai Rp 5.000 naik atau turun hingga lebih dari 25 persen dalam sehari.
Sedangkan harga saham di atas Rp 5.000 naik atau turun lebih dari 20 persen. Penerapan auto rejection terhadap harga di atas untuk perdagangan saham hasil penawaran umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa, ditetapkan sebesar 2 kali dari persentase batasan auto rejection.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama IKAN, Johan Rose mengatakan rencana strategis IPO yang dilaksanakan pihaknya bertujuan untuk meningkatkan sarana perusahaan yang ada di Jakarta dan Gorontalo. Selain itu, juga untuk pembelian bahan baku industri.
“Melihat industri perikanan, kami mengundang investor berinvestasi di saham kami,” ujar Johan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (12/2).
Sedangkan Komisaris Utama Agro Yasa Lestari Hidayat Winardi menyampaikan melalui aksi IPO ini perusahaan berharap dapat membawa kebaikan bagi bisnis perusahaan kedepannya dan memberikan manfaat bagi negara.
"Mudah-mudahan IPO ini dapat membawa kebaikan kita semua khususnya bangsa dan negara," pungkasnya.
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN) dan PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) melaksanakan pencatatan perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/2). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) melepas 333,3 juta saham baru dengan harga perdana Rp 120 per saham. Perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods ini berpotensi meraup dana segar hingga Rp 39,99 miliar.
ADVERTISEMENT
Era Mandiri Cemerlang didirikan pada tahun 2000 dan merupakan produsen serta pemasok produk makanan laut berkualitas tinggi. Perusahaan ini telah mendapat Sertifikasi BRC (The British Retail Consortium) pada 23 Januari 2015 sehingga semua produk diproduksi dengan standar internasional.
Sementara itu, PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) melepas sebanyak 258.703.200 saham baru atau sebanyak 30,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga perdana Rp 100 per saham.
Bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek ialah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia.
Perusahaan yang bergerak dalam bisnis teknik, perdagangan, dan jasa produk-produk Geosynthetics ini, secara bersamaan, menawarkan waran seri I sebanyak 206,96 juta atau setara 34,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap pemegang lima saham akan mendapatkan empat waran seri I, yang mana setiap warannya dapat ditukarkan dengan satu saham.
ADVERTISEMENT
Harga pelaksanaan waran seri I adalah sebesar Rp 150. Periode pelaksanaan waran seri I ini dimulai setelah enam bulan sejak waran seri I diterbitkan, terhitung dari 12 Agustus 2020 hingga 11 Februari 2021.
Agro Yasa Lestari menitikberatkan pada lingkup rancangan, pengadaan barang, dan pemasangan produk-produk Geosynthetics.
Sasaran penggunaan Geosynthetics ini adalah untuk menunjang proyek-proyek pemerintah terutama Kementerian PUPR dan BUMN, proyek-proyek swasta, pertambangan dan perminyakan, serta industri terkait lainnya.