Kumparan Logo

Perempuan Lulusan SMK Lebih Cepat Dapat Kerja, Apa Alasannya?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-SMK English Challenge. Foto: Dok. Dikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
com-SMK English Challenge. Foto: Dok. Dikdasmen

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengklaim adanya kecenderungan perempuan lulusan SMK bisa mendapat pekerjaan lebih cepat dibanding laki-laki. Apa sih alasannya?

Direktur Persyaratan Kerja Kemenaker, Siti Junaedah AR mengungkapkan Universitas Indonesia pernah menggelar survei mengenai hal tersebut. Hasilnya memang perempuan lulusan SMK lebih cepat dapat kerja dibandingkan laki-laki.

“Jadi memang hasil survei FEB. Itu menyebutkan bahwa perempuan lulusan SMK cenderung lebih cepat mendapat pekerjaan dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan karena perempuan relatif mau bekerja di sektor apapun. Sedangkan laki-laki cenderung memiliki orientasi bekerja di sektor formal,” ungkap Siti di acara Diskusi Menilik Industri Padat Karya Periode Lima Tahun Mendatang di Restoran Bebek Bengil, Menteng, Kamis (1/8).

Sejumlah siswa kelas XII mengerjakan soal Bahasa Indonesia saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6, Surabaya, Jawa Timur, Senin (25/3). Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim

Secara total jumlah angkatan kerja per Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang. Meski demikian dilihat dari tingkat pendidikan, lulusan SMK menyumbang jumlah pengangguran paling tinggi sebesar 8,63 persen.

Siti pun menjelaskan persoalan lulusan SMK seringkali tidak cocok dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha atau industri. Ini yang menyebabkan, lulusan SMK tidak mendapat pekerjaan alias pengangguran.

“Ini sebenarnya tantangan juga buat laki laki memang agak sedikit milih kalau perempuan apapun yang penting dia kerjain itu,” sebutnya.

Tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK harus segera dibenahi secepatnya. Apalagi di tengah kemajuan industri digital saat ini yang bergerak sangat cepat sesuai kebutuhan zaman.