Perjalanan VONA, Brand Lokal yang Tembus Pasar Internasional berkat Lazada
·waktu baca 3 menit

Satu lagi brand lokal yang menunjukkan dirinya di pasar internasional. Kali ini datang melalui VONA, sebuah usaha produk berbahan dasar kulit untuk pria dan wanita seperti tas, sepatu, dan dompet yang telah berhasil menembus pasar internasional dan masuk kanal LazMall di Lazada. Bermula dari keinginan pasangan suami istri, Violetta Affandi dan Fejri Muzakky, untuk memulai hal baru, VONA kini telah memiliki konsumen yang tersebar di Indonesia hingga mancanegara.
VONA dimulai dari keinginan Violetta dan Fajri untuk menjadi entrepreneur. Melihat banyaknya pengrajin lokal di Bali yang kehilangan pekerjaan sejak tragedi bom Bali, Violetta dan Fejri tergerak untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan, memutuskan untuk pindah ke Bali, dan memulai perjalanan membangun usaha yang dapat memberdayakan pengrajin di komunitas sekitar.
Dimulai dari mempelajari teknis desain secara otodidak, serta mempelajari tipe tas, teknik menjahit, dan material yang bagus, Violetta dan suami akhirnya melahirkan VONA dengan bantuan para pengrajin di Bali di tahun 2013. VONA menjual produk berbahan dasar kulit seperti tas, sepatu, dan dompet untuk pria dan wanita berkualitas premium.
Nama VONA sendiri diambil dari kata VON dari Bahasa Islandia yang memiliki arti ‘harapan’ untuk menggambarkan keinginan menggapai sukses di masa depan. Meski usahanya terbilang baru, respons positif tidak hanya datang dari konsumen lokal, namun juga dari konsumen mancanegara.
Hal itu terbukti, produk-produk VONA banyak dikirim ke luar negeri, dengan konsumen di antaranya dari Jerman, Yunani, Singapura, dan Australia. Kini VONA bisa mempekerjakan 30 karyawan untuk membantu produksi dan bergabung dengan Lazada untuk memperluas jangkauan konsumennya.
Naik turun bisnis VONA
Fejri Muzakky mengaku ia membangun VONA dengan mode bisnis berdasarkan preferensinya sendiri. Seiring berjalannya waktu, ia mempelajari keinginan dan kebutuhan pasar.
"Ketika kita membangun sebuah bisnis, kita harus mampu membaca situasi dan memahami permintaan pasar. Awal mulanya, saya membangun VONA dengan mode bisnis berdasarkan preferensi saya sendiri. Tapi saya menyadari bahwa tidak semua hal yang saya sukai sejalan dengan permintaan konsumen. Setelah melalui proses trial and error, dan memahami keinginan pasar, kini kami bangga dapat memberikan produk yang dibutuhkan dan dicari oleh konsumen. Saat ini VONA mampu mencapai rata-rata 200-300 penjualan per hari di Lazada, dan bahkan bisa mencapai ribuan penjualan di saat ada promo," katanya.
Perjalanan bisnis VONA tentu tidak selalu berjalan mulus. Saat awal menjalani bisnis, Violetta dan Fejri kerap menerima kritik dari para konsumen baik dari sisi desain maupun harga. Namun, kritik tersebut tidak membuatnya patah semangat, tetapi justru menjadi pendorong untuk membuktikan ke konsumen bahwa produk lokal sudah siap bersaing dengan produk luar negeri.
"Berdasarkan pengalaman saya selama delapan tahun menjalani bisnis ini, saya belajar untuk menciptakan produk yang simpel namun timeless dan berbahan dasar premium. Sehingga produk yang kami tawarkan tidak hanya menarik, namun dapat digunakan oleh konsumen dengan rentang umur yang lebih luas,” tambah Violetta.
Selama menjalankan bisnis VONA, Violetta dan Fejri juga merasa sangat terbantu dengan adanya e-commerce seperti Lazada. Bagi mereka, Lazada sangat berperan dalam memudahkan VONA menjangkau konsumen yang lebih luas serta membuka peluang usaha bagi para reseller untuk meraup keuntungan bersama VONA. Berkat para reseller pula, produk VONA bisa tersebar tidak hanya di Pulau Jawa, namun hingga ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi.
Selain merasa terbantu dengan adanya promo dan kampanye Lazada seperti 11.11 yang berhasil mendongkrak pendapatannya sebanyak 20 kali lipat, VONA kini menjadi salah satu brand lokal yang berhasil masuk LazMall, sebuah kanal untuk produk otentik berkualitas dari berbagai brand terkemuka di Lazada yang saat ini telah berkembang pesat dan menjadi mal virtual terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 18.000 brand nasional maupun internasional. Selain memudahkan konsumen menemukan produk-produk otentik berkualitas tinggi di e-commerce, LazMall juga membantu brand seperti VONA memiliki kehadiran virtual yang bisa menjangkau pasar lebih luas.
Haikal Bekti Anggoro, SVP, Traffic Operations & Seller Engagement, Lazada Indonesia menyampaikan rasa bangganya terhadap VONA.
"Kami bangga brand lokal seperti VONA dapat menjadi bagian dari kanal eksklusif kami, LazMall. Hal ini membuktikan bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mempunyai potensi besar untuk beradaptasi dan bersaing dengan banyak brand internasional lainnya di LazMall. Oleh karena itu, kami selalu mendorong para penjual kami untuk selalu bersemangat dalam berinovasi dan terus mengasah kemampuan membaca tren pasar agar lebih banyak UMKM Indonesia dapat naik kelas dan bisa memiliki brand sendiri. Kami harap kesuksesan VONA dapat menjadi inspirasi brand lokal lainnya untuk terus tumbuh bersama kami," katanya.
“Bagi saya, dalam menjalankan suatu bisnis, kita harus memiliki rasa ingin belajar yang kuat dan mampu beradaptasi dengan situasi seperti perkembangan ekonomi dan pola belanja konsumen yang terus berkembang agar kita dapat menawarkan produk yang bisa dijual di waktu dan situasi yang tepat. Apalagi setelah brand kami masuk di LazMall, kami ingin VONA dikenal sebagai brand lokal pilihan yang berkualitas, tepercaya dan mampu bersaing dengan brand luar negeri,” tutup Violetta.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Lazada
