Kumparan Logo

Perkuat Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Buat Inovasi Pemulihan Tanah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petani menanam padi di Aceh, Senin (19/5/2025). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petani menanam padi di Aceh, Senin (19/5/2025). Foto: Chaideer Mahyuddin/AFP

PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemulihan kesehatan tanah melalui program GladiAgro: Next-Gen Soil Revival. Program ini ditujukan untuk memperbaiki kesuburan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, GladiAgro dikembangkan untuk menjawab persoalan menurunnya kualitas tanah pertanian yang dapat berdampak pada efektivitas pemupukan hingga produktivitas tanaman.

“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi dalam keterangannya, Rabu (12/8).

Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen sampel tercatat memiliki kandungan karbon organik yang rendah.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas dan kesuburan tanah serta mengurangi efektivitas pemupukan. Pada akhirnya, rendahnya kualitas tanah dapat menghambat upaya peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui GladiAgro, Petrokimia Gresik memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC). Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan membantu memulihkan kesuburannya.

“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Daconi.

GladiAgro sejauh ini telah diterapkan pada sejumlah komoditas pangan dan hortikultura di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Implementasinya turut didukung AgrooFertile App berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Aplikasi tersebut memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan komoditas dan kondisi lahan. Dengan rekomendasi yang lebih spesifik, pemupukan diharapkan dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.

Inovasi GladiAgro juga meraih penghargaan tertinggi sebagai Outstanding Distinguished Innovator dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Capaian tersebut membuka kesempatan bagi GladiAgro untuk diperkenalkan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, pada September 2026. Program SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 sendiri berlangsung selama enam bulan sejak Desember 2025 dan diikuti 72 inovator muda dari 18 perusahaan.

Daconi mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk memperluas implementasi GladiAgro di berbagai komoditas dan wilayah.

“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.