Perluas Pasar Eropa, Dexa Group Teken MoU dengan Perusahaan Belanda dan Polandia
·waktu baca 3 menit

Perusahaan farmasi Indonesia bertaraf internasional, Dexa Group berkomitmen untuk melakukan ekspor produk ke Eropa. Melalui anak usaha, Ferron Par Pharmaceuticals, Dexa Group menandatangani kerja sama dengan perusahaan Allgen Pharmaceutical & Generic B.V asal Belanda dan Bioton S.A dari Polandia.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (19/10). Dalam TEI 2022 ini, PT Ferron Par Pharmaceuticals menjadi salah satu perusahaan yang meneken tanda tangan kontrak dengan eksprortir.
Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Benny Sutisna Suwarno mengatakan ekspor produk farmasi ke Belanda ini membuktikan bahwa PT Ferron Par Pharmaceuticals mampu meningkatkan kepercayaan pasar internasional dengan memproduksi produk dalam negeri yang terjamin baik keamanan maupun mutunya.
"Ekspor ini juga menunjukkan bahwa produk farmasi asal Indonesia mampu bersaing dengan produk sejenis dari berbagai benua, termasuk Eropa sebagai tuan rumah," kata Benny di BSD Tangerang, Rabu (19/10).
Benny menjelaskan, Dexa Group melakukan penetrasi pasar ke Belanda sejak tahun 2018 melalui produk Glucient SR. Sebelum masuk Belanda, produk tersebut sudah lebih dahulu diterima oleh pasar Inggris dan mendapatkan sambutan positif. Dexa Group kemudian melihat peluang dagang ke negara-negara Eropa lainnya.
“Kita berharap di Belanda, kita juga bisa berkembang, dimulai tahun depan sehingga bisa merambah ke negara-negara lain. Partner kita dari Allgen juga punya ambisi yang sama, juga ingin penetrasi ke negara-negara Eropa lain untuk produk kita ke Luxembourg, Belgia,” ujar Benny.
Pada hari yang sama, PT Ferron Par Pharmaceuticals juga menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal Polandia, Bioton S.A dalam acara Indonesia - Central & Eastern European (INACEE) Business Forum 2022. Bioton S.A merupakan perusahaan terkemuka untuk Bioteknologi yang terkait dengan pengobatan Diabetes Melitus tipe II.
Commercial Director, PT Ferron Par Pharmaceuticals, Johannes Suthya mengatakan setelah merambah pasar Inggris, Ferron melihat peluang di Polandia. Berdasarkan data World Bank, prevalensi diabetes Polandia pada tahun 2011 di angka 9 persen, jauh di atas Inggris yang berada di angka 5,2persen.
"Peluang ini dimanfaatkan oleh Ferron untuk masuk ke pasar Polandia melalui obat antidiabetes dengan merek dagang Avamina SR. Avamina SR merupakan produk metformin asal Indonesia yang pertama kali masuk ke pasar Polandia,” papar Johannes.
Turut hadir Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi yang juga menambahkan, tanda tangan kontrak dagang tersebut dilakukan oleh 14 negara. Didi juga berharap agar target transaksi dari gelaran TEI ini bisa tercapai.
"Nilanya USD 1,19 miliar, ada 14 negara. Ada sekitar mungkin 10 jenis produk. Penyelenggaraan TEI harapannya bisa tercapai target USD 10 miliar," jelasnya.
