Permintaan B40 Berpotensi Lampaui Target Lebih dari 15,6 Juta KL Tahun Ini
·waktu baca 3 menit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan permintaan biodiesel B40 tahun ini berpotensi melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 15,6 juta kiloliter (KL).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan jajarannya telah menerima sejumlah permintaan tambahan volume biodiesel.
“Kita barusan mengeluarkan keputusan Menteri untuk penetapan volume. Nah berikutnya, pencapaiannya kira-kira lebih dari target yang kita tentukan, jadi ada kemungkinan melebihi target. Jadi kita kan 15,6. Nah ini perkiraan di Desember, sudah ada permintaan untuk nambah,” kata Eniya di sela acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2025 di JCC Jakarta, Rabu (17/9).
Eniya menyebut permintaan tambahan bervariasi antara 100.000 hingga 200.000 KL. Namun, keputusan final masih menunggu hasil evaluasi bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas).
“Suratnya sudah masuk ke saya, ada yang minta 100.000, ada yang minta 200.000. Nah ini perlu evaluasi, saya sudah bersurat ke Ditjen Migas untuk evaluasi berapa benar butuhnya. Karena kadang ada permintaan dari perusahaan ini, di sana kosong, jadi cukup tukeran gitu, volumenya seperti di-swap,” ujarnya.
Fokus Implementasi B40
Saat ini, katanya, pemerintah fokus memastikan program mandatori biodiesel B40 berjalan optimal. Kajian untuk opsi peningkatan kadar campuran biodiesel ke B45 atau B50 tetap berjalan, namun keputusan baru akan diambil setelah hasil kajian rampung.
“B45 itu kita nggak pernah melakukan testing, tapi ini ada kajian memang di segmen 5 juga. Jadi kita nunggu kajian juga. Kemarin kajian baru pralaporan, kita masih kritisi banyak karena asumsi-asumsi yang dipakai oleh BPDP itu belum tepat,” jelas Eniya.
Menurut dia, pemerintah telah mempersiapkan aspek teknis menuju implementasi B50 sesuai arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sebelumnya, pemerintah memberlakukan skema baru insentif biodiesel yang dialokasikan untuk program mandatori B40 yang mulai berjalan 1 Januari 2025. Insentif yang diberikan BPDPKS hanya untuk kurang lebih setengah dari alokasi yang ditetapkan tahun ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan alokasi biodiesel untuk B40 tahun ini sebanyak 15,6 juta kiloliter (KL). Berbeda dengan implementasi tahun lalu, kali ini insentif hanya diberikan untuk 7,55 juta KL biodiesel yang disalurkan badan usaha bahan bakar nabati (BU-BBN), alias hanya nyaris separuhnya.
“Dari angka 15,6 juta kiloliter, PSO kita itu kurang lebih sekitar 7,55 juta. Yang dimaksud dengan PSO ini adalah selisihnya ditanggung oleh negara,” jelas Bahlil saat konferensi pers, Jumat (3/1).
Dengan demikian, lanjut Bahlil, total alokasi biodiesel yang dijual tanpa insentif dari BPDPKS alias penyaluran non-Public Service Obligation (PSO) untuk tahun ini yakni sekitar 8,07 juta KL.
