Kumparan Logo

Permintaan Green Bond BRI Tahap II 2023 Oversubscribe 2,66 Kali, Cek Jadwalnya!

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi layanan BRI. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi layanan BRI. Foto: Dok. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatatkan Green Bond Tahap II Tahun 2023 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 2,66 kali selama periode book building. Obligasi tersebut diketahui senilai Rp 6 triliun.

Sehingga penerbitan ini akan mencatatkan BRI sebagai penerbit green bond domestik terbesar di Indonesia setelah sebelumnya melakukan penerbitan sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2022.

Adapun penerbitan Green Bond Tahap II Tahun 2023 ini dilakukan dalam 3 seri yaitu Seri A (1 tahun) dengan kupon 6,10 persen, Seri B (2 tahun) dengan kupon 6,35 persen dan Seri C (3 tahun) dengan kupon 6,30 persen dan framework penggunaan dana mengacu pada POJK No.60/POJK.04/2017.

Aksi korporasi ini merupakan salah satu upaya BRI dalam merealisasikan Green Economy dan juga bagian dari strategi pendanaan yang menganut Sustainable Principle setelah sebelumnya BRI sukses menerbitkan Sustainable Bond, Sustainable-Linked Loan, MTN Inklusif dan Subdebt Inklusif.

Di mana, energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, transportasi ramah lingkungan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan menjadi segmen utama penggunaan dana hasil penerbitan Green Bond ini.

Adapun jadwal penerbitan Green Bond atau Obligasi Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan I Tahap II Tahun 2023 BRI adalah sebagai berikut:

  1. Perkiraan Masa Penawaran Umum: 6 – 9 Oktober 2023

  2. Perkiraan Tanggal Penjatahan: 10 Oktober 2023

  3. Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik:12 Oktober 2023

  4. Perkiraan Tanggal Pencatatan Efek di PT Bursa Efek Indonesia: 13 Oktober 2023

Dana Obligasi untuk Pendanaan di Segmen UMKM

Direktur Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto. Foto: BRI

Direktur Wholesale & Institutional Business BRI Agus Noorsanto mengatakan, alokasi dari hasil penghimpunan dana akan digunakan untuk kegiatan usaha atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sekurang-kurangnya 70 persen.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pendanaan di segmen UMKM sebagai salah satu wujud BRI dalam melaksanakan perannya sebagai agen pembangunan nasional. Pendanaan pada kegiatan berwawasan lingkungan tersebut juga termasuk untuk refinancing green bond yang jatuh tempo di tahun 2023.

“BRI optimis dapat terus memberikan value, tidak hanya economic value namun juga mendorong social value bagi seluruh lapisan masyarakat sejalan dengan visi BRI untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. BRI juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menjalankan salah satu kesepakatan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 terkait Pengelolaan Lingkungan dan Pengendalian Perubahan Iklim melalui aktivitas pendanaan pada kegiatan usaha atau kegiatan lain yang berwawasan lingkungan”, ujar Agus Noorsanto dalam keterangannya, Minggu (1/10).