Perpadi Bantah Tuduhan Bulog yang Curiga Ada Permainan Harga Beras
ยทwaktu baca 3 menit

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Sutarto Alimoeso, membantah ada tindakan curang yang disengaja penggilingan untuk menaikkan harga. Justru kenaikan harga itu disebabkan derasnya isu beredar yang menyebut pemerintah akan serap beras besar-besaran di akhir tahun, yang notabene pasokan sedang tipis karena dalam musim tanam.
Bantahan tersebut untuk merespons kecurigaan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas yang mengatakan di balik sulitnya Bulog mendapatkan beras, ada keterlibatan pihak pemerintah dan swasta yang menaikkan harga beras dan membuat laporan jumlah pasokan beras di penggilingan yang tak sesuai fakta.
Dalam Raker bersama Komisi IV DPR RI hari ini, Rabu (7/12), Buwas mengungkap adanya penggilingan beras yang menaikkan harga beras menjadi Rp 11.000, padahal dalam kontrak sebelumnya disepakati harganya Rp 10.200.
Jangan mencurigai anggota kami yang menaikkan harga. Tidak. Anggota kami itu beli gabah. Begitu ini sibuk (isu beredar), padahal barangnya kan kurang, dan akhirnya berebut di lapangan. Kalau berebut pasti yang punya barang jual mahal," kata Sutarto kepada kumparan, Kamis (8/12).
Sutarto menuturkan, dirinya mendapat laporan dari daerah bahwa pemerintah menawarkan membeli beras dari penggilingan dengan harga komersial dan sebanyak-banyaknya pasokan yang ada. Di lain sisi, harga gabah telah melambung dan itu yang membuat mereka menjual beras dengan harga yang lebih tinggi.
"Karena tekanan-tekanan ini, karena isu-isu pemerintah harus beli besar-besaran, apa yang terjadi, begitu kontrak dilakukan ternyata apa, gabahnya sudah naik. Gabah naik, kita enggak bisa jual dengan harga yang ditandatangani," pungkasnya.
Sutarto juga menyoroti adanya indikasi pemerintah kurang pas atur strategi. Semestinya di akhir tahun ini, pemerintah yang memasok pasar melalui cadangan pemerintah karena sedang musim tanam, bukan seperti saat ini di mana pemerintah juga kesulitan penuhi pasokannya.
Kecurigaan Bulog
Sebelumnya, Buwas mengatakan di balik sulitnya Bulog mendapatkan beras, ada keterlibatan pihak pemerintah dan swasta yang menaikkan harga beras dan membuat laporan jumlah pasokan beras di penggilingan yang tak sesuai fakta.
Buwas mengatakan, dalam pengecekan di lapangan itu dia turun bersama dengan Satgas Pangan hingga TNI. Pihaknya mengeklaim telah memiliki rekaman percakapan itu. Buwas mengatakan adanya keterlibatan dari unsur pemerintah. Namun dia tak merinci instansi mana yang dia maksud.
"Itu sudah ada rekaman semua. Itu ada keterlibatan pemerintah dan swasta," kata Buwas, Rabu (7/12).
Sementara dari sisi Kementerian Pertanian, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi enggan mengomentari hal itu lebih jauh. Dia hanya menegaskan hal itu bukan domain dari Kementerian Pertanian. "Itu bukan domain kami," jawabnya singkat.
