Kumparan Logo

Perry Warjiyo Kenang Masa Kecil saat Uji Kelayakan Gubernur BI: Saya Anak Petani

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur BI periode 2023-2028 menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dengan Komisi XI DPR RI, Senin (20/3/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Perry Warjiyo sebagai calon tunggal Gubernur BI periode 2023-2028 menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dengan Komisi XI DPR RI, Senin (20/3/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Perry Warjiyo ditetapkan menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028 oleh Komisi XI DPR setelah uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test hari ini, Senin (20/23). Nama Perry menjadi calon tunggal Gubernur BI yang dikirim Jokowi ke DPR.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di depan Komisi XI, Perry mengenang masa kecilnya yang merupakan seorang anak petani.

"Ini selalu mengingatkan saya, siapa sih Perry? Itu yang selalu setiap malam saya lewati, malam-malam saya selalu bertanya, siapa sih Perry. Kok bisa (jadi Gubernur BI)," kata Perry Warjiyo saat fit and proper test, Senin (20/30).

"Semuanya menjadi ingatan saya selalu, dari pengalaman-pengalaman hidup. Dan selalu, saya ini (anak) nomor 6 dari 9 bersaudara. Saya anak petani, selama hidup mengabdi. Ibu saya lulus SD tidak, kok bisa," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Perry juga mengingat sosok almarhum Ayahnya yang selalu mengajarkan untuk hidup sederhana. Ia mengatakan mendapat warisan dari orang tua bukan harta, tetapi ilmu.

"Terus, saya jadi ingat nasihat Ayah saya, nak saya tidak akan mewarisi kamu harta, karena kalau warisan harta akan habis, tapi ilmu," kenang Perry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berbicara dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (30/11/2022). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Perry juga bercerita bagaimana proses membangun karier di Bank Indonesia. Alumni UGM tersebut sempat menjadi Deputi Gubernur BI pada 2013 silam. Kariernya di BI tidak mulus. Ia merasa banyak jalan terjal yang ditemuinya.

"5 kali fit and proper test, 2 kali gagal Deputi Gubernur, maju terus yang ketiga, konsisten maju lillahita'allah. Itu saja. Dan Alhamdulillah Allah memberikan suatu keberkahan memberikan (jabatan) Deputi Gubernur," ungkap Perry.

"Mau pensiun, lalu ditunjuk Pak Presiden dicalonkan. Ya itu adalah jalan Allah yang maha kuasa, jalani saja. Setelah 5 tahun (periode pertama sebagai Gubernur BI) dihadapkan dengan krisis, mungkin itu makna Tuhan yang jadi jawaban. Kok bisa loh," pungkasnya.

Profil Perry Warjiyo

Dikutip dari situs resmi BI, Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1982, Perry melanjutkan pendidikan di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada 1989 dan meraih gelar Ph.D di tahun 1991.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018. Perry juga pernah menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke Bank Indonesia pada tahun 2009, Perry Warjiyo menduduki posisi penting selama 2 tahun sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada tahun 2007-2009.

Perry memiliki karier yang panjang dan cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta Biro Gubernur.

Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuat Perry gemar menulis dan pernah menerbitkan sejumlah buku, jurnal, dan makalah di bidang ekonomi, moneter, dan isu-isu internasional.

Perry Warjiyo resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.70/P Tahun 2018 tanggal 16 April 2018, dan mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 24 Mei 2018. Masa kerjanya habis pada Mei 2023. Dengan terpilihnya kembali, Perry akan menjadi Gubernur BI hingga 2028 nanti.