Kumparan Logo

Pertamina: 1.926 SPBU Tak Jual Premium karena Angkot Pilih Pertalite

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Premium kosong di SPBU Pertamina (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Premium kosong di SPBU Pertamina (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina yang tidak menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) naik signifikan hanya dalam waktu 11 bulan dari Juni 2017 sampai Mei 2018.

Pada Juni 2017, hanya 800 dari 3.306 buah SPBU Pertamina di Jamali yang tidak menjual Premium. Sekarang, 1.926 dari 3.445 SPBU Pertamina hanya menjual BBM nonsubsidi seperti Pertalite dan Pertamax. Hanya 44% SPBU Pertamina di Jamali yang masih menyediakan Premium.

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina, Gandhi Sriwidodo, mengklaim bahwa 1.926 SPBU itu sudah tak menjual Premium karena konsumennya sudah beralih ke Pertalite. Katanya, bahkan motor dan angkutan kota (angkot) pun lebih memilih Pertalite ketimbang Premium.

"Karena emang sebenarnya sudah ada perubahan perilaku konsumen. Bahkan kalau dilihat dari wawancara di TV live itu, pengendara sepeda motor sudah menggunakan Pertalite, ya kan? Angkot juga sebagian sudah pakai Pertalite. Karena mereka sadar mesinya sudah mesti pakai Pertalite," ujar Gandhi saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/5).

Menurutnya, sudah tumbuh kesadaran di tengah masyarakat untuk lebih memilih menggunakan Pertalite yang kualitasnya lebih baik dan lebih ramah lingkungan dibanding Premium.

"Selama ini kalau ada SPBU yang tidak jual Premium, karena memang enggak ada konsumennya. Dulu waktu Pertalite diluncurkan, kita juga enggak mengira luar biasa. Rupanya ada muncul kesadaran masyarakat," ia menuturkan.

Ia berpendapat, masyarakat tak dipaksa untuk bealih ke Premium. Katanya, masyarakat sukarela pindah ke Pertalite dan Pertamax karena kualitas bensin yang lebih baik dan ekonomis.

"Terbukti Pertamax dari harga mahal, tapi lebih irit. Kalau Premium, ada perawatan rutin. Kan enggak bisa kita paksa masyarakat," ucap Gandhi.

Premium kosong di SPBU Pertamina (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Premium kosong di SPBU Pertamina (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Meski begitu, Pertamina menyatakan siap untuk kembali menyediakan Premium di 1.926 SPBU tersebut sesuai keinginan pemerintah. Pertamina pun telah meningkatkan penyaluran Premium.

"Ini sedang kita kejar, kita bertahap lakukan. Jangan fokus pada penggantian nozzle, yang penting pas orang cari Premium, barangnya ada. Peningkatan kita siapain," tutupnya.

Setetelah Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 selesai direvisi, Premium wajib tersedia di Jamali. Di Perpres No. 191/2014, Pertamina tak wajib menyediakan Premium di Jamali karena bensin RON 88 itu hanya berstatus sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan di luar Jamali.

Sekarang banyak SPBU di wilayah Jamali yang tidak menyediakan Premium karena Perpres No. 191/2014 tak mewajibkannya. Dengan adanya Perpres baru, nantinya Pertamina wajib menjamin pasokan Premium di seluruh Indonesia, bensin RON 88 tersebut harus ada di semua SPBU termasuk di Jamali.