Kumparan Logo

Pertamina Asah Kesiapan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat di Wilayah Operasi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina Patra Niaga Asah Kesiapan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat di Wilayah Operasi.  Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina Patra Niaga Asah Kesiapan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat di Wilayah Operasi. Foto: Dok. Pertamina

PT Pertamina mengakui sebagai perusahaan energi yang beroperasi di objek vital nasional (Obvitnas), integrated terminal atau terminal bahan bakar berperan dalam aktivitas penerimaan, penyimpanan, dan pendistribusian baik BBM maupun LPG agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk melatih kesiapan personel atau pekerja dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading melalui Regional Sumatera Bagian Selatan, menggelar latihan simulasi penanggulangan keadaan darurat di Intergrated Terminal (IT) Panjang, Lampung, pada Kamis (10/12).

Dalam simulasi ini, skenario simulasi diawali dengan adanya kasus kesalahan operasi yang berdampak pada terjadinya tumpahan minyak (oil spill) di perairan dermaga Pertamina dan pelabuhan umum. Tak berselang lama, api muncul dan mulai membesar di area dermaga dan perairan, yang memicu diaktifkannya status keadaan darurat.

“Tentu kami tidak pernah menginginkan keadaan darurat yang sebenarnya terjadi. Namun perlu disadari bahwa karakter industri migas sangatlah high risk, sehingga simulasi ini menjadi kesempatan untuk mengasah dan mengevaluasi kembali kemampuan personel kami. Mulai dari level direksi, tim di level korporat hingga pekerja di lapangan, agar terlatih dan siaga jika suatu saat harus menghadapi keadaan darurat,” kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, yang langsung memimpin jalannya simulasi melalui pusat komando.

Pertamina Patra Niaga Asah Kesiapan Pekerja Hadapi Keadaan Darurat di Wilayah Operasi. Foto: Dok. Pertamina

Dalam simulasi tersebut, Pertamina turut melibatkan pemangku kepentingan dan lembaga di sekitar wilayah operasi IT Panjang, yang seringkali terlibat sebagai garis terdepan dalam penanggulangan keadaan darurat seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP), Polairud, Basarnas, RS Imanuel, PT ISAB, PT Pelindo, PT Bukit Prima, Polsek Panjang, dan pihak berwenang lainnya.

“Terima kasih untuk seluruh pekerja Pertamina Patra Niaga dan seluruh pihak yang terlibat hari ini. Semoga kita dapat terus berupaya mewujudkan komitmen zero fatality di Pertamina,” tutur Alfian.