Kumparan Logo

Pertamina Bantu Modal hingga Pemasaran Citra Blacu untuk Kembangkan Usaha

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Retno (kanan) sebagai pemilik usaha Citra Blacu saat mengikuti Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Retno (kanan) sebagai pemilik usaha Citra Blacu saat mengikuti Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9). Foto: Dok. Istimewa

Upaya menciptakan UMKM yang tangguh dan mandiri terus dilakukan Pertamina. Program ini membuka peluang bagi pelaku usaha binaan untuk meningkatkan daya saing, memperluas jaringan bisnis, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Citra Blacu, usaha yang mengolah kain blacu menjadi berbagai produk fesyen dan kerajinan, telah berdiri sejak 2004. Citra Blacu juga memanfaatkan beragam motif dan corak kain blacu untuk menghasilkan produk seperti daster, tas, hingga berbagai dekorasi rumah.

Retno, sang pemilik, menyatakan awalnya kain tersebut diolah menjadi produk sederhana dengan tambahan bordir agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Seiring perkembangan usaha, Citra Blacu mulai memproduksi daster yang kemudian menghasilkan cukup banyak limbah kain.

“Nah habis dibikin daster ternyata banyak limbahnya, limbah itu langsung saya olah menjadi home decor, bikin tas, bikin suvenir, dan ternyata berkembang terus, ternyata banyak yang suka dengan limbah itu yang saya buat,” kata Retno saat ditemui kumparan di Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9).

Produk tas yang dibuat Citra Blacu saat mengikuti Pameran Kriyanusa 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (26/9). Foto: Dok. Istimewa

Retno menambahkan, jika sebelumnya menggunakan limbah kain bermotif kartun Jepang, kini Citra Blacu juga mulai memanfaatkan limbah batik yang diperoleh dari sejumlah daerah, seperti Solo dan Ambarawa.

Citra Blacu sendiri telah menjadi mitra binaan Pertamina selama sekitar 15 tahun. Retno mengatakan, pada masa awal pembinaan, program mitra binaan Pertamina memberikan akses pembiayaan melalui skema pinjaman yang harus dikembalikan dalam waktu tiga tahun.

“Saya sudah sampai 3 kali pinjam. Dari situ saya bisa membangun workshop saya, workshop sendiri, dan di situ juga bisa untuk pelatihan, kadang-kadang ada anak SMP, sampai 40 anak kita bisa bikin gitu,” lanjut Retno.

Selain pembiayaan, Retno menilai dukungan pemasaran dari Pertamina menjadi salah satu hal yang paling membantu perkembangan usahanya. Produk Citra Blacu ini mendapat kesempatan untuk dipromosikan hingga ke pasar dalam dan luar negeri.

“Pemasaran dulu sering waktu masih pinjam. Nah itu saya juga dipromosikan dalam dan luar negeri,” katanya.

Menurut Retno, pemasaran memang menjadi salah satu tantangan utama dalam menjalankan usaha. Ia merasa mampu memproduksi barang dalam jumlah dan variasi yang cukup, tetapi masih membutuhkan dukungan untuk memperluas pemasaran.

“Pemasaran kan, itu yang kita butuhkan selalu, pemasarannya. Saya bisa produksi, tapi kadang-kadang pemasaran agak kurang ya,” tutur Retno.

Kini, Citra Blacu juga mulai menggabungkan produk buatan Retno dengan karya sang suami. Setelah pensiun sekitar tiga hingga empat tahun lalu, suaminya mulai memanfaatkan kayu bekas dan palet untuk membuat berbagai produk, termasuk dekorasi berbentuk kucing.

Retno kemudian membantu memasarkan produk buatan suaminya dengan bantuan Pertamina. Untuk memperluas pemasaran, ia juga mendapat bantuan dari tetangga yang membantu menjual produk melalui akun live.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pemasaran memang sering sekali menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha.

"Pendampingan yang diberikan oleh Pertamina juga menempatkan hal tersebut sebagai hal yang sangat penting. Upaya pengembangan pasar terus dilakukan oleh Pertamina, salah satunya melalui keikutsertaan pada pameran," kata Baron.