Pertamina Beri Pelatihan Daur Ulang Kertas ke Warga Binaan Lapas

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Balikpapan, PT Pertamina (Persero) Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sepinggan wajib memberikan manfaat dan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar dengan pengaplikasian program Corporate Social Responsibililty (CSR).
Pada (22/5), Pertamina DPPU Sepinggan bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Balikpapan menandatangani nota kesepahaman atas program CSR KREDAWALA (Kreasi Berdaya Warga Lapas). Acara tersebut dihadiri oleh Immanuel Kornelius Silaen, Operation Head DPPU Sepinggan dan Imam Setya, Kepala Lapas Kelas IIA Kota Balikpapan.
Program ini dilakukan guna meningkatkan kapasitas kemampuan kreativitas Warga Binaan Pemasyaratakan (WBP) yang dikaitkan dengan kepedulian lingkungan.
"Lapas Kelas IIA Balikpapan dipilih sebagai target program ini karena wilayahnya dekat dengan wilayah kerja kami di DPPU Sepinggan sehingga kami merasa perlu berbagi kepada teman-teman penghuni Lapas melalui program ini," kata Immanuel Kornelius Silaen dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5).
Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah dengan mengadakan pelatihan daur ulang kertas bekas menjadi kertas seni dan ditingkatkan kembali nilai jualnya menjadi produk kerajinan tangan seperti tempat tisu, pigura foto, cover buku catatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Immanuel menambahkan, kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama dua hari yakni hari ini pada 22 Mei dan besok pada tanggal 23 Mei, bertempat di Lapas kelas II A Balikpapan. Untuk sementara pelatihan akan diberikan kepada 15 penghuni yang sudah ditentukan oleh pihak Lapas.
Adapun pengembangan lain dari hasil kertas daur ulang dapat dibuat menjadi puzzle edukasi untuk anak-anak PAUD dan TK/SD dari kertas daur ulang yang pendistribusiannya dapat dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
Program ini juga memiliki kaitan erat dengan Pertamina karena dapat mengurangi limbah padat non B3 khususnya kertas bekas yang dihasilkan di lingkungan kerja Pertamina. Karena itu, kertas bekas yang biasanya dibuang begitu saja, melalui program ini dapat diberi nilai tambah menjadi produk kerajinan.
“Kami yakin dan optimistis bahwa kegiatan ini akan bermanfaat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada saat keluar dan beraktivitas kembali bersama masyarakat luas, karena telah memiliki keterampilan unik, kreatif dan produk yang dihasilkan memiliki nilai daya jual.” ujar Immanuel.
Untuk mewujudkan kegiatan ini, Pertamina DPPU Sepinggan bekerja sama dengan Yayasan PEDULI Balikpapan yang sudah sejak lama menggeluti aktivitas daur ulang kertas bekas. Bahkan ke depannya, kegiatan akan diperluas dengan pendampingan pengelolaan sampah terintegrasi di lingkungan Lapas.
Sehingga hal tersebut akan memungkinkan Lapas Kelas IIA Balikpapan dapat dijadikan sebagai Lapas percontohan di Kalimantan yang memiliki sistem pengelolaan sampah terintegrasi dan mengurangi sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan karena telah dikelola dan dimanfaatkan terlebih dahulu baik sampah organik maupun anorganik yang dihasilkan di Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Imam Setya menyatakan ucapan terima kasih kepada pihak Pertamina. “Semoga dengan kerja sama ini, bisa membantu meningkatkan kapasitas penghuni lapas. Harapannya tidak hanya 15 orang saja, tetapi berlanjut ke ratusan orang lainnya, tentunya dengan seleksi terlebih dahulu,” katanya.
