Kumparan Logo

Pertamina Garap Kilang di Kenya, Kapasitas 300 Ribu Barel per Hari

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembuka saat diskusi nasional di gedung Konferensi Asia Afrika. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembuka saat diskusi nasional di gedung Konferensi Asia Afrika. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan rencana PT Pertamina (Persero) membangun kilang minyak (oil refinery) di Kenya, dengan kapasitas 300 ribu barel per hari (BOPD) secara bertahap.

Luhut mengatakan, Pertamina sudah menandatangani non disclosure agreement (NDA). Saat ini tengah dilakukan uji kelayakan untuk pengembangan kilang minyak di negara yang terletak di Benua Afrika tersebut.

"Kedua, membangun oil refinery. Nanti bertahap 300.000 BOPD. Jadi itu nanti dari South Sudan, Uganda, dan dari Kenya dibangun oleh Pertamina. Offtaker-nya government," ungkapnya di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (14/9).

Keputusan investasi kilang Pertamina di Kenya didukung oleh pasokan minyak mentah yang juga berlimpah dari beberapa negara, tidak hanya dari Kenya namun juga dari Uganda, Sudan Selatan, hingga Kongo.

Pertamina Geothermal Energy menjalin kerja sama dengan AGIL untuk Kembangkan Konsesi Longonot di Kenya. Foto: Pertamina

Tidak tanggung-tanggung, Luhut membeberkan satu blok migas dari Kenya dan Kongo bisa memasok minyak hingga 4 miliar barel untuk kilang yang saat ini masih dalam tahap uji kelayakan (due diligence).

"Mereka di sana memberikan ladang minyak di Kenya itu bisa 4 billion barel, saya kira angkanya segitu sekarang sedang melakukan due diligence, dan juga di Kongo itu ada 4 billion barel di satu blok," ungkap dia.

Luhut mengatakan, saat ini ada 27 blok migas di Benua Afrika yang berpotensi memasok minyak mentah untuk kilang Pertamina di Kenya. Meski begitu, dia tidak mengatakan rincian blok apa saja yang sudah dipastikan memasok minyak ke sana.

"Tapi ada 27 blok, jadi Indonesia bisa memainkan peran yang sangat bagus," jelasnya.

Sebelumnya, Luhut mengatakan rencana Pertamina membangun kilang di Kenya. Nantinya, hasil pengolahan minyak di sana bisa bawa ke Indonesia untuk menambah kebutuhan di dalam negeri.

"Tadi mengenai Afrika. Jadi Pertamina akan masuk diminta Kenya membangun oil refinery (kilang minyak) di sana. Jadi captive market mereka, kemudian ada peluang bawa minyak mentahnya ke Indonesia," katanya di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (23/6).

Kilang Pertamina. Foto: Pertamina

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) melaksanakan one on one business meeting dengan delegasi Kenya bertempat di Gedung BBPT 1 Kemenko Marves pada Rabu (10/5). Agenda pertemuan tersebut adalah terkait pemaparan company profile serta penjajakan mengenai potensi kerja sama di masa depan.

Dalam pertemuan yang telah berlangsung, dipresentasikan mengenai Afrika sebagai salah satu wilayah kunci dalam perkembangan bisnis Pertamina Hulu. Dijelaskan juga mengenai perkembangan aset bisnis Pertamina di luar negeri, inisiasi strategi bisnis yang sedang berjalan, serta strategi yang dipersiapkan dengan fokus utama untuk ekspansi portofolio bisnis Pertamina.

Pertemuan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Delegasi Kenya di Indonesia tanggal 8-11 Mei 2023 dengan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Swasta di Indonesia termasuk dengan PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Internasional EP sebagai tindak lanjut dari program Kerja Sama Negara-Negara Berkembang (Emerging Economies Cooperation).

embed from external kumparan