Kumparan Logo

Pertamina Geothermal Energy Beri Sinyal Ekspansi Luar Negeri Usai IPO

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle di Lahendong, Sumatera Utara milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jumat (18/2). Foto: Dok. Pertamina Geothermal Energy
zoom-in-whitePerbesar
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle di Lahendong, Sumatera Utara milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jumat (18/2). Foto: Dok. Pertamina Geothermal Energy

Emiten pembangkit listrik bumi BUMN, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, berencana menjadi perusahaan energi terbarukan kelas dunia setelah pencatatan saham perdana (initial public offering) atau IPO.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto, mengungkapkan PGE akan menjadi perusahaan energi terbarukan dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia. Perusahaan memperluas diversifikasi sumber panas bumi daripada sekadar memanfaatkan jadi tenaga listrik.

"Tentunya jika ada kesempatan Pertamina Geothermal Energy bisa meluaskan kegiatan bisnisnya di luar negeri dan itu sesuai strategi atau strategic fit apa yang akan bangun, insya allah akan betul-betul kita pertimbangkan dengan matang," ujar Ahmad dalam webinar Mandiri Sekuritas, dikutip Selasa (21/2).

Ahmad menganggap peningkatan nilai tambah dengan ekosistem hijau seperti pengembangan panas bumi menjadi potensi besar di Indonesia. Untuk pengembangan, PGE mengedepankan tiga pilar.

"Pertama, adalah bagaimana kita bisa mengoptimalkan pendayagunaan dari wilayah operasi yang sudah ada. Kedua, fokus mengembangkan wilayah-wilayah kerja yang baru melalui eksplorasi dan lain sebagainya," tuturnya.

PLTP Kamojang yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Foto: Dok PGE

Pilar terakhir, yakni Perseroan menekuni sektor panas bumi sehingga bisa mengembangkan rantai nilai serta menciptakan produk hijau baru selain listrik panas bumi.

PGE akan menambah kapasitas panas bumi sebesar 600 MW di wilayah kerja hingga 5 tahun ke depan. Penambahan kapasitas ini juga untuk menghemat alokasi belanja modal (capital expenditure) capex untuk melakukan pengembangan.

“Contohnya dari 600 MW ini, 150 MW sudah selesai dan kita kewajiban menyiapkan uap. Tinggal sedikit kita sambungkan dengan tenaga listrik,” kata Ahmad.

Ahmad menyampaikan Perusahaan memiliki 13 wilayah kerja panas yang tersebar di berbagai daerah, yakni Sumatra, Jawa, Bali dan Sulawesi Utara. Persebaran yang sangat luas menempatkan PGE berada di posisi yang sangat bagus.

"(Penyebaran yang merata) untuk mengantisipasi kebutuhan energi bersih di berbagai wilayah bisa dilakukan oleh PGEO. Pada saat yang sama, pengembangan panas bumi beri kontribusi yang sangat penting bagi ketahanan energi di Indonesia," ujarnya.