Pertamina Geothermal Energy Melantai di BEI Hari Ini, Berikut Fakta-faktanya

24 Februari 2023 8:24 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PLTP Kamojang yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Foto: Dok PGE
zoom-in-whitePerbesar
PLTP Kamojang yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Foto: Dok PGE
ADVERTISEMENT
Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy atau PGE, akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering) atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (24/2).
ADVERTISEMENT
Berikut kumparan rangkum fakta-fakta PGE yang akan melantai di BEI hari ini:
Patok Harga Saham Rp 820-945
Dalam prospektus IPO, PGE akan melantai di bursa saham pada 24 Februari 2023. Perseroan menetapkan harga perdana Rp 820-Rp 945 per lembar.
PGE menawarkan sebanyak-banyaknya 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Oleh karena itu, dana IPO maksimal yang dapat diraup PGE sebesar Rp 9,78 triliun.
Sekitar 85 persen dari dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha PGE sampai tahun 2025, mencakup 55 persen untuk belanja modal (capital expenditure) atau investasi pengembangan kapasitas tambahan dari WKP operasional untuk memenuhi permintaan tambahan dari pelanggan existing.
Kemudian, 33 persen dana IPO dialokasikan pada capex untuk mengantisipasi kebutuhan pasar baru. Lalu, 12 persen dari dana IPO untuk capex atau investasi pengembangan kemampuan digital, analitik, dan manajemen reservoir.
ADVERTISEMENT
Sisanya sekitar 15 persen atau maksimal USD 100 juta untuk pembayaran sebagian facilities agreement tertanggal 23 Juni 2021 antara PGE dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai facility agent.
Pembangkit Listrik Geothermal (PLTB), Pertamina. Foto: Dok. PGE
Investor Akan Dapat Dividen 50 Persen Laba Mulai Tahun 2024
Mengutip prospektus, Perseroan berencana untuk mengusulkan pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang saham berdasarkan rasio pembayaran dividen maksimal 50 persen dari laba bersih setelah menyisihkan cukup cadangan.
"Kita akan membagikan dividen sebesar 50 persen mulai tahun buku 2023. Jadi investor publik yang masuk IPO akan mendapatkan dividen dari tahun buku 2023 yang akan dibagikan di tahun 2024 dari sebanyak-banyaknya 50 persen," ujar Direktur Keuangan PGEO Nelwin Aldriansyah dalam konferensi pers di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (1/2).
ADVERTISEMENT
Penetapan, jumlah dan pembayaran dividen tunai akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk namun tidak terbatas pada laba ditahan, kinerja operasi, arus kas, prospek usaha dan kondisi keuangan PGE di masa depan, dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan oleh para pemegang saham Perseroan.
Kebijakan dividen ini akan berlaku sehubungan dengan laba bersih PGE setelah pajak untuk tahun buku yang berakhir pada tahun 2023 dan seterusnya. Sepanjang Perseroan memutuskan untuk membagikan dividen, dividen akan dibayarkan dalam Rupiah.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle di Lahendong, Sumatera Utara milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Jumat (18/2). Foto: Dok. Pertamina Geothermal Energy
Gandeng Investor AS hingga Eropa
Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Nelwin Aldriansyah mengatakan, pihaknya membidik investor Amerika Serikat (AS) dan Eropa dalam penawaran umum perdana saham atau IPO.
IPO pada PGE menawarkan saham dengan skema 144A.
ADVERTISEMENT
"Kita bisa menjangkau investor sampai ke Eropa dan US, namun pencatatannya hanya dicatatkan di satu bursa yaitu Bursa Efek Indonesia," ujar Nelwin dalam paparan publik di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (1/2).
Nelwin menyebut, banyak persyaratan yang diperlukan untuk mencatatkan saham di bursa luar negeri. Sehingga pelaksanaan IPO lebih fokus pada domestik.
PGE Siapkan Total Investasi Rp 24,2 T hingga 2027
PGE menyiapkan investasi USD 1,6 miliar dalam lima tahun ke depan atau hingga 2027. Nilai ini setara Rp 24,2 triliun (kurs Rp 15.133 per dolar AS).
Nelwin mengatakan perseroan menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672 megawatt (MW) saat ini menjadi 1.272 MW pada 2027.
ADVERTISEMENT
“Kunci untuk mendukung pertumbuhan pendapatan perseroan adalah peningkatan dan pertumbuhan kapasitas terpasangnya. Untuk mendukung pertumbuhan kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri sebesar 600 MW itu, perseroan sudah merencanakan investasi baru, yang total nilainya USD 1,6 miliar,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (13/2).
Nelwin menjelaskan pada 2023, emiten berkode saham PGEO itu telah menyiapkan investasi baru yang cukup signifikan sebesar USD 250 juta pada 2023, dari estimasi belanja modal yang hanya sebesar USD 60 juta pada 2022.
Selanjutnya, pada 2024, Pertamina Geothermal Energy menyiapkan investasi baru senilai total USD 350 juta. Jika ditotal, PGE menyiapkan investasi senilai USD 1,6 miliar sepanjang 2023-2027.
“Makanya kami menyisir berbagai alternatif pendanaan, seperti pelepasan saham perdana atau IPO (initial public offering) ini. Dalam waktu dekat kami juga akan menerbitkan Green Bond dan alternatif pembiayaan lainnya,” tambah Nelwin.
ADVERTISEMENT