Kumparan Logo

Pertamina Hadirkan Pertashop dan Pangkalan LPG Sampai ke Pelosok Desa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layanan Pertashop Pertamina di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.  Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Layanan Pertashop Pertamina di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Foto: Pertamina

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM dan LPG Subsidi menyentuh seluruh pelosok desa di Provinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan salah satu upaya Pertamina yakni membangun dan mengoperasikan Lembaga Penyalur BBM Pertashop dan Pangkalan LPG 3 kg melalui Program One Village One Outlet (OVOO).

Eko melanjutkan, saat ini program OVOO telah menghadirkan 463 outlet Pertashop dan 36.661 pangkalan LPG 3 Kg yang beroperasi di 826 kecamatan dan 7.784 desa/kelurahan di Jawa Bagian Barat.

“Dengan jumlah penyebaran ini maka seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menjadi target program telah tersedia Outlet Pertashop dan Pangkalan LPG 3 kg,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/6).

Eko pun menjelaskan pendistribusian BBM dan LPG ke wilayah Jabodetabek disalurkan dari Integrated Terminal Jakarta. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong.

Layanan Pertashop Pertamina di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Foto: Pertamina

Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

“2.031 Lembaga Penyalur BBM dan 36.661 Pangkalan LPG 3 kg beroperasi hingga ke pelosok desa agar masyarakat lebih mudah mendapatkan BBM dan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sehingga harga kebutuhan pokok menjadi semakin terjangkau,” tambah Eko.

Saat ini, lanjut Eko, Pertamina terus melakukan sosialisasi serta pendataan lokasi-lokasi strategis yang potensial untuk dibangun Pertashop.

Melalui infrastruktur distribusi energi yang telah dibangun secara nasional, Pertamina telah menyalurkan solar bersubsidi dengan volume sekitar 5,2 juta kiloliter (KL), Pertalite sekitar 9 juta KL dan LPG subsidi sebesar 2,5 juta Metrik Ton sepanjang Januari - April 2022.

Eko menuturkan, masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi bisa menikmati harga BBM dan LPG bersubsidi yang terjangkau karena didukung anggaran subsidi dari Pemerintah.

Adapun dalam APBN 2022, pemerintah telah menambah besaran subsidi sebesar Rp 71,8 triliun, sebagai bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Dia pun mengimbau bagi masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan atau penyelewengan BBM Subsidi di lapangan bisa langsung menghubungi Call Centre Pertamina di nomor 135.