Kumparan Logo

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia, Distribusi Berjalan Normal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pengisian bahan bakar terlihat di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di tengah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina (Persero). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM subsidi jenis Pertalite dalam kondisi cukup dan aman.

Sebelumnya Pertamina mengerek harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan distribusi Pertalite di seluruh jaringan SPBU berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.

Ketersediaan pasokan didukung oleh sistem logistik dan infrastruktur yang terintegrasi.

Selain itu, menurut dia perusahaan terus mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok energi melalui dukungan terminal BBM, fasilitas penyimpanan, lembaga penyalur, armada distribusi, serta sistem pemantauan terintegrasi yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Selain memastikan stok Pertalite dalam kondisi tersedia dan distribusi ke seluruh SPBU berjalan normal. Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Roberth dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Menurut dia, jaringan infrastruktur energi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke memungkinkan Pertamina menjaga keandalan pasokan sekaligus merespons cepat apabila diperlukan tambahan distribusi di wilayah tertentu.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unit operasi di delapan regional wilayah kerja, untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan BBM di sejumlah daerah.

Petugas melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax ke dalam tangki kendaraan di salah satu SPBU Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (10/6/2026). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

“Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga,” lanjutnya.

Selain menjamin ketersediaan stok, Pertamina Patra Niaga menegaskan penyaluran BBM subsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, peruntukan, dan jenis kendaraan yang digunakan.

“Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga,” tutup Roberth.

instagram embed