Kumparan Logo

Pertamina: Permintaan Dexlite dan Dex Melonjak di Akhir Tahun

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan bermotor mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Foto: dok. pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan bermotor mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Foto: dok. pertamina

PT Pertamina (Persero) menuturkan, permintaan Dexlite dan Pertamina Dex melonjak jelang akhir tahun. Dampaknya, stok Dexlite dan Pertamina Dex di SPBU kerap habis.

General Manager Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto mengatakan, saat ini perseroan tengah melakukan distribusi Dexlite dan Dex untuk recovery.

"Dex ya karena memang bahasanya dalam tanda kutip kelarisan (terlalu laris) kemudian kita sekarang ini lagi recovery pengiriman ke pendistribusian ke SPBU sudah berjalan," katanya saat ditemui di Kantor Pusat BPH Migas, Jakarta, Rabu (18/12).

Yanuar belum dapat memastikan penyebab lonjakan permintaan Pertamina Dex dan Dexlite. Hanya saja, ia memperkirakan hal ini ada kaitannya dengan penerapan mandatori biodiesel 30 (B30).

Ada pemilik kendaraan yang enggan menggunakan Solar karena tak mau kendaraannya memakai biodiesel. Maka mereka beralih ke Dexlite dan Pertamina Dex.

"Ya B30 itu kan sekarang di Solar B30. Nah untuk kendaraan yang belum pernah pakai itu otomatis dia akan membersihkan saluran (bahan bakar). Entah kaitannya sama itu, enggak tau persis. Dex ini kan belum pakai B30," sambungnya.

Lebih lanjut, Yanuar mengatakan bahwa produksi harian untuk kebutuhan Dexlite dan Dex sangat kecil. Sebagian besar kendaraan bermesin diesel masih memakai Solar.

"Kalau persentase gasoil ini (Dex dan Dexlite) mungkin tidak sampai 5 persen dari seluruh Solar (per hari)," katanya.