Pertamina Resmikan Terminal LPG di Bima, Perkuat Pasokan Indonesia Timur

22 Februari 2025 9:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Terminal LPG Bima milik PT Pertamina Patra Niaga (Perseo). Foto: Pertamina Patra Niaga
zoom-in-whitePerbesar
Terminal LPG Bima milik PT Pertamina Patra Niaga (Perseo). Foto: Pertamina Patra Niaga
ADVERTISEMENT
PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, resmi mengoperasikan Terminal LPG Bima, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan memperkuat pasokan energi di wilayah Indonesia Timur.
ADVERTISEMENT
Terminal LPG Bima diresmikan pada Jumat (21/2), Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, mengatakan Terminal LPG Bima ialah salah satu upaya Pertamina dalam memperkuat infrastruktur energi nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Dengan hadirnya terminal LPG ini, kami dapat memastikan distribusi LPG yang lebih efisien, merata, dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah yang selama ini sulit mendapatkan akses energi,” kata Eduward dalam keterangan resminya, diterima kumparan Sabtu (22/2).
Proyek pembangunan Terminal LPG Bima dimulai sejak Maret 2019 dan selesai pada akhir 2023. Dalam perjalanannya, proyek ini sempat menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19 yang menghambat, proyek ini akhirnya dapat dioperasikan sesuai rencana.
Lebih lanjut, Eduward menjelaskan terminal ini menjadi salah satu penguat distribusi LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sebelumnya dilakukan melalui pengiriman skid tank menggunakan kapal landing craft tank (LCT) dari Terminal LPG Lombok ke Pulau Sumbawa.
ADVERTISEMENT
Ia juga menekankan proyek ini bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar dan dukungan Pertamina dalam memastikan ketahanan energi nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menjaga ketahanan dan swasembada energi di Indonesia.
“Kami memahami ketersediaan energi yang andal adalah faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Diharapkan, kehadiran Terminal LPG Bima akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, industri, serta sektor UMKM di NTB dan sekitarnya,” lanjutnya.
Pertamina resmikan Termina LPG Bima, Jumat (21/2/2025). Foto: Dok. Pertamina
Koordinator Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Sugiarto bilang, pembangunan Terminal LPG ini bagian dari penugasan pemerintah yang diamanatkan dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No. 2157 K/10/MEM/2017.
“Dari empat lokasi yang ditugaskan, tiga di antaranya—Jayapura, Wayame, dan Bima—telah selesai dan siap beroperasi, sementara satu lokasi lainnya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, masih dalam proses penyelesaian,” ujar Sugiarto.
ADVERTISEMENT
Dari sisi Kementerian BUMN, proyek Terminal LPG Bima didukung penuh dalam proses mediasi dan pengawasan. Sub Koordinator Asisten Deputi Bidang Industri, Energi, Minyak, dan Gas Kementerian BUMN Ni Kadek Yuliartani, menjelaskan, Kementerian BUMN mengawasi jalannya proyek agar sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan upaya percepatan proyek strategis ini, Kejaksaan Agung melalui Direktorat PPS Jamintel turut berperan dalam memastikan kelancaran pembangunan Terminal LPG Bima. Kasubdit ESDA dan IPTEK Direktorat PPS Jamintel Kejaksaan Agung RI, Agus Eko Purnomo, menjelaskan Kejaksaan Agung memastikan proyek ini berjalan sesuai target dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Dengan beroperasinya terminal ini, diharapkan ketahanan energi nasional semakin kuat dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
ADVERTISEMENT