Kumparan Logo

Pertamina Serahkan ke Polisi, Kasus Hinaan ke Jokowi di SPBU Medan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Premium kosong di SPBU Pertamina Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Premium kosong di SPBU Pertamina Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Papan Totem display LED milik SPBU Pertamina di Medan Sumatera Utara sempat diretas pada Kamis malam (23/5). Papan Totem adalah papan display elektronik berisi daftar harga-harga BBM yang dijual di SPBU. Di dalam video yang beredar, running text pada display LED di Papan Totem menampilkan tulisan berisikan hujatan kepada Presiden Jokowi hingga mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Lokasi SPBU berada di Jalan Marelan IV kota Medan. Atas peristiwa itu, pihak PT Pertamina (Persero) langsung angkat suara.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M. Roby Hervindo menjelaskan pihak SPBU langsung bertindak cepat dan segera menonaktifkan display digital dari Papan Totem di SPBU terkait.

Selain itu, pihak Pertamina juga melakukan upaya pencegahan agar peristiwa tersebut tak terulang. Pertamina MOR I juga menonaktifkan Papan Totem digital pada 10 SPBU di wilayah Medan.

Petugas SPBU sedang melayani pembeli bahan bakar untuk kendaraan roda empat. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Perkembangannya saat ini kami sedang meningkatkan keamanan sistem display Totem. Tim IT Security melakukan langkah untuk memperkuat keamanan digital," kata Roby kepada kumparan, Sabtu (25/5).

Pertamina juga bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk mengusut peristiwa tersebut. Pertamina fokus pada upaya pencegahan di sistem IT, sementara Tim Polda Sumatera Utara akan membantu proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku peretasan.

"Untuk pengungkapan pelaku, ranahnya di Kepolisian. Kemarin tim dari Polda sudah turun ke lokasi untuk memeriksa," tambahnya.

Lanjut Roby, SPBU yang diretas Kamis kemarin dikelola oleh mitra Pertamina atau berstatus SPBU DODO (Dealer Owned, Dealer Operate).

"SPBU 142021141 yang diretas, milik pengusaha swasta," tambahnya.