Pertamina Uji Coba Bikin Bensin RON 91 dari Minyak Mentah dan Sawit

PT Pertamina (Persero) baru saja menyelesaikan uji coba penggunaan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), produk turunan dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), pada kilang mereka di Refinery Unit III Plaju, Sumatera Selatan. Uji coba yang dilakukan adalah mencampurkan minyak mentah dan RBDPO dengan takaran oktan yang beragam.
Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif menjelaskan, ukuran minyak mentah yang digunakan beroktan 90,3 persen. Sementara RBDPO yang diteteskan mulanya sebanyak 2,5 persen lalu ditambahkan menjadi 5 persen. Dari pencampuran ini RBDPO 5 persen, BBM yang dihasilkan beroktan 90,7 persen.
Budi menjelaskan, kandungan RBDPO pun ditingkatkan lagi menjadi 7,5 persen. Hasilnya, bisa menghasilkan BBM beroktan 91,3. Penambahan RBDPO terus dilakukan, kata dia, agar bisa mendapatkan kualitas RON yang lebih bagus lagi tapi itu membuat pasokan RBDPO yang ada di Plaju cepat habis.
"Karena 2,5 persen ini enggak kerasa, makanya dinaikkan lagi 5 persen. Masih enggak kerasa, jadi 7,5 persen, makanya cepat habis (RBDPO)," kata dia dalam workshop media di Cikini, Jakarta, Kamis (27/12).
Karena itu, untuk sementara uji coba sementara ini telah selesai. Budi mengaku sebenarnya ingin uji coba dilakukan selama sebulan. Tapi perusahaan terkendala oleh pasokan RBDPO yang mesti menunggu dari produsen sawit. Selama ini supply chain RBDPO untuk kilang Pertamina sendiri belum tersusun rapi.

Karena itu, kata dia, dari hasil uji coba ini Pertamina belum bisa menentukan kapan realisasi BBM beroktan tinggi dengan campuran RBDPO ini bisa dijual secara komersial.
"Realisasinya mungkin saya sih belum buat timeline karena kita mesti beli dulu. Jadi kita mesti nunggu dulu. Kedua, masalah kapal enggak ada, akhirnya pakai kapal sendiri. izinnya pun beda, enggak bisa masuk ke pelabuhan jadi kita buat dulu safety-nya," kata dia.
Kata dia, tahun depan Pertamina juga akan melakukan uji coba lagi di Kilang Plaju dan kilang lainnya. Untuk kandungan RBDPO-nya pun akan ditingkatkan.
Misalnya, untuk Kilang Plaju proyeksi tambahan RBDPO bisa mencapai 10 persen, diharapkan BBM yang dihasilkan bisa beroktan 91,6 persen. Jika ditambah menjadi 12,5 persen, BBM yang dihasilkan bisa beroktan hingga 92,0 persen setara Pertamax.
"Dengan adanya seperti itu, kita akan lanjutkan lagi percoban itu sampai dapat proyeksi kami itu adalah oktan 92, itu baru di Plaju," ucap dia.
Pertamina mengatakan, jika proyek ini berhasil, Indonesia menjadi negara pertama yang sukses memproduksi BBM dengan RBDPO secara langsung dalam kilang. Dengan begitu, diharapkan impor BBM bisa ditekan agar tidak menggerogoti neraca perdagangan.
