Kumparan Logo

Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Tak Cukup Buat Indonesia Jadi Negara Maju

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan gedung bertingkat di kawasan Petamburan, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Deretan gedung bertingkat di kawasan Petamburan, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar

Pertumbuhan ekonomi yang hanya di sekitar 5 persen dinilai tak cukup membuat Indonesia menjadi negara maju. Reformasi struktural di berbagai sektor sangat diperlukan agar perekonomian tak hanya tumbuh tinggi, tapi juga berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Amalia Adininggar, mengatakan reformasi struktural sebenarnya sudah dilakukan dengan membangun infrastruktur dan memperbaiki iklim usaha.

Namun hal lain yang perlu ditingkatkan adalah mereformasi ekonomi dari yang berbasis komoditas menjadi bahan jadi atau manufaktur. Masalah ini penting agar barang yang diekspor dari Indonesia memiliki nilai tinggi dan bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan 5 persen tak cukup membuat Indonesia maju. Reformasi struktural bisa untuk membuat Indonesia tumbuh tinggi dan jangka panjang," ujar Amalia di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Selasa (26/3).

Gedung perkantoran di Jakarta. Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Selain itu, reformasi ekonomi juga bisa dilakukan dengan digitalisasi. Menurut dia, transformasi teknologi tanpa sumber daya manusia (SDM) bisa menyebabkan disrupsi ekonomi.

"Makanya perlu SDM yang berkualitas. Transformasi mengubah low skill menjadi high skill," katanya.

Amalia mencontohkan, reformasi struktural tersebut pernah dilakukan Korea Selatan (Korsel) dan Chile. Kedua negara ini membutuhkan waktu selama 50 tahun menjalankan reformasi struktural dan berhasil keluar dari negara 'kelas menengah.'

"Korsel punya inovasi, bisa berpindah low ke high. Chile negara high, tapi dia butuh 50 tahun dari low middle menjadi high. Artinya reformasi struktural dari low middle menjadi high income ekonomi. Kita bisa mencontoh kedua negara itu," tambahnya.