Kumparan Logo

Perusahaan Diingatkan Cari Modal Tak Harus ke Bank, Ada Bursa Saham dan Fintech

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kredit bank. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kredit bank. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Ekonom Senior INDEF Aviliani menilai penyaluran kredit di perbankan saat ini masih belum optimal pelaksanaannya. Ia merasa perusahaan ada yang belum membutuhkan konsumsi signifikan dalam kondisi saat ini.

Sehingga kondisi tersebut bisa mempengaruhi demand. Padahal, kata Aviliani, saat ini sudah banyak sektor bisnis yang mulai bergerak seperti ritel.

“Jadi ini memang belum ada konsumsi yang signifikan yang membuat kebutuhan dari perusahaan itu untuk mencari kredit,” kata Aviliani saat acara peluncuran buku Kebijakan Makroprudensial di Indonesia secara virtual, Jumat (28/5).

Selain itu, Aviliani mengatakan sumber pembiayaan korporasi saat ini bukan hanya dari bank. Sebab, sekarang sudah ada pasar modal. Ia mengungkapkan di tahun lalu banyak perusahaan yang justru melunasi uang ke bank dengan mengeluarkan obligasi.

“Jadi mungkin ke depan perlu ada penambahan dalam sumber pembiayaan tidak hanya bank, tetapi juga obligasi atau saham yang ada di pasar modal mestinya juga di-capture,” ujar Aviliani.

Aviliani. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

“Belum lagi sekarang fintech yang juga cukup tinggi tumbuhnya itu juga harusnya dijadikan sumber pembiayaan baru. Sehingga tidak hanya melihat sekadar perbankan,” tambahnya.

Selanjutnya, Aviliani merasa sektor komoditas saat ini cashflow-nya sudah lancar. Namun, kata Aviliani, pihak yang bergerak di sektor komoditas tidak mau meminjam karena masih pesimistis dengan prospek ke depan karena pandemi COVID-19.

Dalam kondisi seperti itu, Aviliani menuturkan perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat kalau sudah saatnya berdampingan dengan COVID-19. Ia menegaskan para pengusaha tidak perlu banyak menunggu untuk berekspansi bisnis saat ini.

“Kalau kita lihat masih banyak yang tunggu dulu ekonomi membaik baru ekspansi. Nah sekarang mungkin yang harus kita gerakkan adalah bagaimana hidup berdampingan dengan COVID,” tutur Aviliani.