Kumparan Logo

Perusahaan Hary Tanoesoedibjo Akuisisi Perusahaan Migas di Papua Barat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hary Tanoe, Ketua Umum DPP Partai Perindo. Foto: Antara/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Hary Tanoe, Ketua Umum DPP Partai Perindo. Foto: Antara/Aprillio Akbar

Perusahaan milik Taipan Hary Tanoesoedibjo PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melakukan aksi korporasi untuk mengakuisisi 85 persen saham PT Suma Sarana.

Rencana akuisisi telah dituangkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pada hari ini, Senin (18/4).

Adapun proses akuisisi dilakukan secara dua tahap, pertama sebanyak 49 persen saham dibeli langsung oleh anak usaha IATA yang fokus pada investasi minyak dan gas, PT Bhakti Migas Resources (BMR). BMR merupakan salah satu pilar Utama IATA selain PT Bhakti Coal Resources (BCR).

Kedua, sebanyak 36 persen saham diakuisisi oleh BMR dalam bentuk PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) di mana kemudian akan ditingkatkan menjadi AJB (Akta Jual Beli - Final) setelah memperoleh persetujuan Pemerintah untuk perubahan pemegang saham pengendali.

"Kemudian setelah Pemerintah menyetujui akuisisi 36 persen, IATA melalui BMR akan menguasai 85 persen saham SS,” tulis manajemen IATA dalam keterangan tertulis di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/4).

Ilustrasi pertambangan migas Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Sekadar catatan, PT Suma Sarana telah menandatangani Production Sharing Contract (PSC) Blok Semai III di Papua, dan memiliki 100 persen dari Participating Interest (PI) di PSC Blok Semai III.

Blok Semai III merupakan salah satu peluang eksplorasi terbaik di Indonesia Timur, dengan estimasi 30 triliun cubic feet (TCF) sumber daya gas yang belum teruji.

Pada Semai III sendiri terdapat 4 prospek area yang meliputi Cucak Ijo, Murai Batu, Poksai, dan Kaleyo-Opior. Semai III terletak pada pusat hidrokarbon produktif dimana kandungan minyak dan gas yang signifikan telah ditemukan di sekitar Lapangan Gas Tangguh, Asap, Merah, Pulau Seram, Andalan (Semai V) serta Abadi dan Lapangan Gas NW Shelf di selatan.

"Ke depan, IATA akan mengundang operator internasional untuk bermitra dalam mengoperasikan Blok Semai III. Hal ini menjadi salah satu strategi Perseroan dalam rangka mengurangi belanja modal dan meningkatkan efisiensi produksi,” tambah manajemen IATA.