Perusahaan India Buka Peluang Perluas Investasi di Bandara RI

Perusahaan operator bandara asal India, GMR Group, membuka peluang untuk memperluas investasinya di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan India, seiring intensitas kerja sama antara pemerintah maupun sektor swasta kedua negara.
Hubungan bilateral Indonesia dan India semakin erat setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi saling melakukan kunjungan kenegaraan yang menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama. Di luar jalur pemerintah, pelaku usaha dari kedua negara juga terus berupaya memperkuat kolaborasi.
Salah satunya datang dari GMR Group, operator bandara terkemuka di India dan salah satu yang terbesar di dunia. Perusahaan yang telah berinvestasi di Indonesia sejak 2021 itu menyatakan komitmennya untuk memperluas bisnis di Tanah Air.
"Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN. Karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana," ujar Business Chairman International Airports and Energy GMR, Srinivas Bommidala seperti dilansir Antara, Selasa (4/8).
Bommidala mengatakan, investasi GMR di Indonesia melalui pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang memiliki arti penting bagi India, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga karena hubungan historis yang telah terjalin selama berabad-abad.
"Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting," kata Bommidala.
Ia menambahkan, ekspansi internasional GMR juga dilakukan di sejumlah negara lain seperti Filipina dan Yunani sebagai bagian dari strategi memperkuat jaringan bisnis bandara global.
Dalam lima tahun terakhir, GMR terlibat dalam pengembangan dan peningkatan operasional berbagai bandara. Proyek terbaru perusahaan adalah Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, India, yang baru diresmikan Perdana Menteri Narendra Modi. Bandara tersebut diproyeksikan menjadi salah satu gerbang utama yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
"Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini adalah bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya," ujar Direktur Eksekutif sekaligus Head of Innovation GMR, SGK Kishore, kepada wartawan.
Saat ini, GMR mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu melalui perusahaan patungan dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Di Eropa, perusahaan juga bekerja sama dengan Pemerintah Yunani dan GEK Terna dalam pengembangan Bandara Heraklion di Pulau Kreta. Selain itu, GMR memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina.
Secara global, GMR terlibat dalam operasional sembilan bandara dengan total rata-rata 121 juta penumpang per tahun, menjadikannya salah satu operator bandara terbesar di dunia.
