Kumparan Logo

Perusahaan Induk Shopee Sumbang 1 Juta Vaksin dan 1.000 Tabung Oksigen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona.
 Foto: Dado Ruvic/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Induk perusahaan Shopee, Sea Group, menyumbang 1 juta vaksin dan 1.000 tabung oksigen kepada masyarakat. Bantuan ini digelontorkan seiring dengan situasi di lapangan yang dinilai masih sangat membutuhkan bantuan.

Co Founder Sea Group Perusahaan Induk Shopee, Ye Gang, mengatakan donasi ini merupakan bentuk kepedulian Sea Group untuk memerangi COVID-19. Ia menyebut Shopee akan terus berupaya membantu pemerintah, masyarakat dan komunitas ke depan.

“Shopee menyediakan vaksin 1 juta dan 1.000 tabung oksigen, saya harap apa yang dilakukan shopee dapat menjadi penggerak perusahan lain untuk ikut membantu memerangi virus ini,” katanya saat konferensi pers virtual, Senin (12/7).

Ye Gang menyebut pendistribusian vaksinasi dan tabung oksigen ini akan disalurkan ke berbagai provinsi, seperti Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Perusahaan akan bekerja sama dengan dinas kesehatan pemerintah setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk memerangi pandemi, seluruh stakeholder harus saling membantu. Karena itu, ketersediaan vaksin dan oksigen ini nantinya akan sangat membantu di tengah kondisi yang krisis.

“Khususnya untuk Shopee, saya mengucapkan banyak terima kasih atas donasi yang sudah dilakukan. Ini adalah satu contoh sesama manusia menghadapi pandemi bersama,” imbuhnya.

Kantor pusat baru Shopee di Singapura. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan

Menurut Budi, saat ini ledakan penularan terjadi di Pulau Jawa dan Bali. Karena itu, pengiriman oksigen sebaiknya dikirimkan ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Karena pabrik oksigen yang besar-besar di Jawa, adanya di Jawa Timur dan Jawa Barat, sehingga Jawa Tengah mengalami kesulitan dari sisi distribusi dan logistik untuk memenuhi kebutuhan oksigen,” jelas Budi.

Budi juga mencatat beberapa perusahaan yang juga menyumbang alat-alat kesehatan seperti Temasek Holding Company, Tanoto Foundation, lalu perusahaan Nikel di Morowali. Adapun beberapa perusahaan BUMN yang juga membantu seperti Pupuk Indonesia dan Krakatau Steel.

Berdasarkan catatan Kemenkes, kebutuhan tabung oksigen saat ini mencapai 2.600 ton tabung per hari. Sementara produksi dalam negeri saat ini hanya mencapai 1.700 ton per hari. Hal ini yang membuat pemerintah memutuskan impor oksigen.