Bisnis
·
20 Februari 2018 14:42

Perusahaan Pemilik SCTV Bantah Isu Akuisisi ANTV

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Perusahaan Pemilik SCTV Bantah Isu Akuisisi ANTV (182943)
Gedung SCTV (Foto: Panoramio/Ikung Adiwar )
Direksi PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) membantah isu yang beredar soal akusisi terhadap perusahaan milik Viva Group, PT Intermedia Capital Tbk yang mengelola stasiun televisi ANTV.
ADVERTISEMENT
SCMA adalah perusahaan yang bergerak dalam industri media berbasis konten. Perusahaan ini memiliki stasiun televisi SCTV dan Indosiar serta satu stasiun televisi berjaringan lokal yaitu O Channel.
Menurut Direktur Utama SCMA Sutanto Hartono, ANTV tidak masuk dalam daftar perusahaan yang direncanakan akan diakuisisi SCMA.
“Kami pastikan isu itu tidak benar. Karena kalau kita rights issue saja, kita selalu melakukan announcement di koran. Kalau isu itu benar, pasti kita sudah lakukan pelaporan,” kata Sutanto di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (20/2).
Sutanto mengakui, rencana akuisisi memang selalu ada. Akusisi ini tidak akan jauh-jauh dari bisnis utama perusahaan yakni platform televisi dan digital content.
Perusahaan Pemilik SCTV Bantah Isu Akuisisi ANTV (182944)
RUPSLB PT Surya Citra Media Tbk. (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)
Selain itu, perusahaan juga fokus untuk meningkatkan bisnis existing. Saat ini, audience share dari 2 stasiun tv yang dikelola, yakni SCTV dan Indosiar meningkat cukup pesat.
ADVERTISEMENT
“SCTV rating-nya nomor 1, Indosiar di nomor 2 atau 3. Jadi kalau kita combine, market share kita paling besar. Nah jadi untuk berikutnya, kita akan ekspansi terus dari sisi konten atau bisnis-bisnis derivatif yang berhubungan dengan program-program kita,” katanya.
Menurutnya, pengembangan bisnis perusahaan saat ini memang sangat diperlukan. Untuk itu, perusahaan baru saja melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) atau private placement untuk mendukung struktur permodalan perusahaan.
Para pemegang saham telah menyetujui rencana perseroan untuk melakukan PMT-HMETD, dalam jumlah sebanyak-banyaknya 1,462 miliar lembar saham atau 10% dari modal yang ditetapkan perseroan, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilakukan hari ini.