Pesan Luhut ke Garuda: Enggak Boleh Lagi Bohong-bohong!

Persoalan laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang melanggar Peraturan OJK Nomor 29/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten disorot oleh Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Pandjaitan.
Luhut meminta pada era keterbukaan informasi, tidak semestinya pejabat publik melakukan kebohongan. Sebab masyarakat saat ini lebih mudah dalam mengakses informasi terkait kinerja sebuah perusahaan atau pemerintah.
"Zaman sekarang enggak boleh lagi bohong-bohong. Banyak sekarang anak muda yang masih memandang menteri bisa tipu-tipu, enggak bisa lah itu," ujarnya dalam Coffee Morning di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (2/7).
Dia menyebut pemerintah sekarang ini mencoba lebih transparan. Oleh karena itu praktik kecurangan tak semestinya dilakukan. Diharapkan, hal tersebut menjadi pelajaran bagi manajemen Garuda Indonesia ke depan.
"Semua itu terbaca, termonitor, pemerintah sekarang jauh lebih transparan," tegas Luhut.
Dia menambahkan, Garuda Indonesia saat ini memang memiliki beberapa masalah yang merupakan bawaan dari manajemen sebelumnya. Misalnya harga sewa pesawat, inefisiensi, hingga persoalan Avtur.
"Garuda ini memang sudah punya masalah dari masa lalu. Kemarin dirapatkan itu sudah (dicoba) diselesaikan," katanya.
Luhut menjelaskan untuk persoalan Avtur, pihaknya telah meminta agar Pertamina tak melakukan monopoli. Sebab Avtur Indonesia dinilai lebih mahal dari Singapura. Dia meminta Avtur tak hanya dijual oleh Pertamina saja.
"Kenapa lebih murah Singapura, ya kita bikin aja pesaing kita itu. Jangan bikin satu, bikin dua ada AKR, ada Shell, siapa aja. Tapi dibatasi jangan banyak juga," tegas Luhut.
