Pesan Prabowo kepada Bimo dan Letjen Djaka: Perbaiki Sistem Perpajakan
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto memberi arahan khusus kepada dua sosok yang bakal menempati posisi penting di Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto dan Letjen Djaka Budhi Utama.
Keduanya dipanggil langsung oleh Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/5). Usai pertemuan, Bimo menyampaikan pesan khusus presiden kepadanya dan Djaka nantinya setelah menduduki kursi penting.
“Beliau [Prabowo] menegaskan komitmen beliau untuk memperbaiki sistem perpajakan Indonesia supaya lebih akuntabel, lebih berintegritas, lebih independen untuk mengamankan program-program nasional beliau, khususnya dari sisi penerimaan negara,” kata Bimo kepada wartawan di istana negara, Selasa (20/5).
Meski belum diumumkan secara resmi oleh Kementerian Keuangan, Bimo digadang-gadang akan menggantikan Suryo Utomo sebagai Direktur Jenderal Pajak.
Sementara Letjen Jaka Budhi Utama disebut-sebut akan menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
Namun, terkait posisi resmi dan pelantikan, Bimo belum memberikan keterangan rinci.
“Untuk pelantikan dan segala macam menunggu arahan dari Ibu Menteri Keuangan,” ujarnya singkat.
Bimo turut menyampaikan mengenai penguatan fiskal negara melalui Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Bimo menekankan, salah satu hal utama yang dipesankan Prabowo adalah soal pemulihan martabat institusi pengelola penerimaan negara. Hal ini mencakup perbaikan menyeluruh terhadap sistem, struktur, dan integritas internal.
“Memang ada beberapa hal yang diberikan arahan kuat oleh Bapak Presiden untuk melakukan hal-hal yang memang diperlukan untuk membuat martabat Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk bisa lebih kuat dalam mengamankan penerimaan negara,” katanya.
Terkait target atau capaian yang ingin diraih di awal masa tugas, Bimo belum dapat memberikan detail. Ia mengacu pada informasi yang sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam laporan kinerja penerimaan negara.
“Sementara yang memang ada di informasi publik dari APBN, dari pengumuman kinerja penerimaan negara yang terakhir yang disampaikan oleh Ibu Menteri, informasinya seperti itu,” ujar Bimo.
Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan juga telah bertemu dengan Menteri Sri Mulyani bersama Letjen Jaka. Namun Bimo belum bisa membuka banyak detail sebelum ada pengumuman resmi.
