Pesawat N219 Siap Mengudara, Bakal Angkut Penumpang hingga Logistik di Daerah 3T

7 September 2021 11:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pesawat N219 Foto: Twitter/ @gerrys
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat N219 Foto: Twitter/ @gerrys
ADVERTISEMENT
Pesawat N219 besutan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) siap mengudara melayani masyarakat, khususnya yang berada di daerah. Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, mengakui melimpahnya potensi sumber daya alam di daerah 3T.
ADVERTISEMENT
Namun, akses transportasi di wilayah tersebut masih kurang mendukung termasuk untuk meningkatkan perekonomiannya. Sehingga adanya pesawat N219 bisa menjadi salah satu solusinya.
"Pesawat N219 hasil karya anak bangsa yang punya TKDN 44,69 persen. Ini diharapkan digunakan di Indonesia untuk mendukung misi pemerintah pusat dan daerah untuk pelayanan masyarakat, karena bisa dioperasikan sebagai pesawat angkut penumpang, logistik, maupun medical evakuasion, dan flying doctor," kata Elfien saat webinar yang digelar PTDI, Selasa (7/9).
Elfien mengungkapkan semua provinsi di Indonesia mempunyai rute pesawat perintis. Kondisi tersebut membuat PTDI menjadikan pemerintah daerah (pemda) sebagai target pasar. Elfien merasa pesawat N219 bisa juga membantu pembangunan di daerah.
"Dengan itu diharapkan terjadi pembangunan daerah terutama di perintis Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya yang perlu dilakukan demi terwujudnya Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh," ujar Elfien.
ADVERTISEMENT
Elfien menjelaskan pesawat N219 juga sudah mendapatkan Type Certificate yang diberikan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sehingga kualitasnya sudah tidak perlu banyak dipertanyakan lagi.
"Proses sertifikasi merupakan proses terpenting untuk menjalani keamanan dan keselamatan mengingat akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum," tutur Elfien.
Type Certificate pesawat N219 diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono kepada Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Ruang Mataram, Gedung Kementerian Perhubungan RI, Jakarta pada Desember 2020.
Prototipe Pesawat N219 buatan PTDI Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Proses sertifikasi merupakan proses terpenting untuk menjamin keamanan dan keselamatan, mengingat pesawat tersebut ke depannya akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum. Dari hasil pengujian DKPPU Kemenhub, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).
ADVERTISEMENT
“Prototype pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 250 cycle dan Flight Hours sebanyak 275 jam, sedangkan prototype pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 telah menjalani Flight Cycle sebanyak 143 cycle dan Flight Hours sebanyak 176 jam. Sehingga secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam proses sertifikasi ini,” kata Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dalam siaran persnya, pada Senin 28 Desember 2020.
Bukan pertama kali bagi PTDI melakukan pengembangan produk, pengembangan pesawat N219 dimulai pada tahun 2014 untuk tahap desain dan aplikasi Type Certificate, dilanjutkan dengan pembuatan prototype pesawat pertama pada tahun 2016 dan prototype pesawat kedua pada tahun 2017, bersamaan dengan proses integrasi sistem, di mana pada tahun tersebut merupakan awal mula proses pengujian untuk sertifikasi, hingga akhirnya di tahun 2020 berhasil memperoleh sertifikasi, untuk selanjutnya direncanakan masuk ke tahap komersialisasi pada tahun 2021.
ADVERTISEMENT
Dengan selesainya sertifikasi, pesawat N219 diharapkan dapat menjadi awal dari kebangkitan kembali industri dirgantara Indonesia, yang kemudian dapat membantu mengisi kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di pelosok Indonesia dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.