Petambak Bandeng: Saat Imlek Saja Kami Untung!

Ikan bandeng menjadi hal yang tidak terpisahkan saat perayaan Hari Raya Imlek. Di momen ini, biasanya permintaan ikan dengan nama lain milk fish meningkat. Permintaan yanag cukup besar itu ikut mendorong kenaikkan harga.
Tidak hanya di level eceran, kenaikkan harga ikan bandeng sudah terjadi di petambak. Petambak pun untung, senyum sumringah keluar.
"Saat Hari Raya Imlek ini harga naik, kami untung," ungkap Sutiadi petambak bandeng di Desa Cemara, Indramayu kepada kumparan, Sabtu (28/1).
Harga jual ikan bandeng para petambak di Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Indramayu sudah naik sejak H-7 Hari Raya Imlek. Kenaikkan harga berkisar antara Rp 4.000-5.000 per kg. Misalnya harga jual ikan bandeng super naik dari Rp 17.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg. Hal yang sama juga terjadi pada ikan bandeng jenis standar dari harga normal Rp 12.000 per kg menjadi Rp 17.000 per kg.

"Kenaikkan sudah terjadi sejak 1 minggu lalu," katanya.
Dijelaskan Sutiadi, Desa Cemara di Kecamatan Cantigi, Indramayu adalah satu produsen ikan bandeng terbesar di Jawa Barat. Misalnya di Desa Cemara Wetan saja ada 80 hektar tambak ikan bandeng dengan jumlah petambak sekitar 50 orang. Saat panen tiba, hasil ikan bandeng dikirim ke berbagai kota besar misalnya ke Bandung, Jakarta hingga Semarang.
"Di tempat ini panen raya setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Saat Imlek begini, rata-rata harga 1 ton bandeng yang dikirim itu Rp 17 juta, normalnya Rp 12 juta," ucapnya.
Namun keuntungan yang didapat petambak hanya dirasakan sesaat. Besok, harga ikan bandeng akan kembali normal.
"Siang ini rata-rata penjualan sudah kembali lagi ke harga Rp 12.000 per kg. Hanya sekitar 1 minggu saja kami merasakan untung," cetusnya.
