Petani Tolak Rencana Impor Beras: Kementan Sebut Stok Melimpah

24 November 2022 18:21
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah pekerja menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal di Pelabuhan Indah Kiat, di Merak, Cilegon, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja menurunkan beras impor asal Vietnam dari kapal di Pelabuhan Indah Kiat, di Merak, Cilegon, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
ADVERTISEMENT
Serikat Petani Indonesia (SPI) menolak rencana impor beras oleh pemerintah. Ketua Umum SPI Henry Saragih mengatakan, semestinya Bulog bisa menyerap pasokan beras yang telah dicatat Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa jumlahnya memadai.
ADVERTISEMENT
"Hari ini, produksi pangan dalam hal ini beras, menurut Kementan produksinya cukup sampai akhir tahun 2022. Jadi ya tidak bisa impor beras," kata Henry dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (24/11).
Dari target pasokan beras 1,2 juta ton di Desember 2022, saat ini stok beras Bulog masih 594.856 ton. Henry menyebut, semestinya Bulog bisa menyerap beras lokal tanpa harus impor.
Henry juga menyoroti kinerja Badan Pangan Nasional yang menurutnya belum sepenuhnya melakukan otoritasnya sebagai garda terdepan urusan cadangan pangan Indonesia.
"Petani sudah kerja keras untuk berproduksi. Bulog dan Bapanas belum kerja maksimal, seharusnya waktu panen raya (mereka) memperbanyak gudangnya, bukan saat panen pertengahan atau panen kecil seperti sekarang," jelasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dirut Bulog Budi Waseso pasca RDP dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022).  Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Bulog Budi Waseso pasca RDP dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022). Foto: Akbar Maulana/kumparan
Dalam RDP Komisi IV DPR bersama Badan Pangan Nasional, Kementan, dan Bulog pada Rabu (23/11), Dirut Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan bahwa pasokan beras yang dikatakan Kementan tidak ada di lapangan.
ADVERTISEMENT
Dalam putusan rapat, Kementerian Pertanian diberikan waktu satu minggu untuk mengadakan pasokan 600 ribu ton beras untuk Bulog, agar menganulir rencana impor pemerintah.
"Tadi yang disampaikan rapat DPR Komisi IV, Kementerian Pertanian akan menyanggupi membantu 600.000 ton masuk ke Bulog dalam waktu satu minggu," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi saat ditemui pasca rapat.
Adapun importasi beras ini, telah menjadi putusan rakortas sebelumnya di mana pemerintah membuka opsi importasi apabila pasokan 1,2 juta ton Bulog hingga akhir tahun tak terealisasi.
Saat ini, Bulog mengeklaim telah mengamankan kesepakatan 500 ribu ton beras dari negara-negara Asia yang bisa kapan saja diimpor bila diperlukan. Kendati Buwas menegaskan hal itu akan menjadi pilihan terakhir.
ADVERTISEMENT
Sementara Kementerian Pertanian telah menyanggupi mandat tersebut dan optimis dalam tujuh hari, 600 ribu ton beras untuk Bulog bisa diadakan. "Optimis (tercapai). Harus dilakukan. Itu sudah penugasan," kata Sekjen Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono usai RDP dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11) petang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020