Kumparan Logo

Peternak: Idealnya Harga Telur dari Kandang Rp 26.500/Kg, di Konsumen Rp 30.000

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang menimbang telur yang dijual di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/12). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang menimbang telur yang dijual di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/12). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Harga telur di tingkat peternak yang ditetapkan pemerintah Rp 24.000 per kg dinilai belum cukup ideal untuk peternak mendapatkan margin yang diharapkan di tengah kenaikan harga pakan saat ini.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, mengatakan idealnya telur dari kandang atau di tingkat peternak dibanderol Rp 26.500 per kg.

“Kondisi saat ini dengan kenaikan harga pakan yang sudah 5 kali, idealnya (harga telur di tingkat peternak) Rp 26.500 (per kg),” kata Suwardi kepada kumparan, dikutip Kamis (16/7).

Dia bahkan menyebutkan seharusnya harga telur dari peternak Rp 28.000 per kg, sebab angka Rp 26.500 masih menghitung harga pakan berupa jagung Rp 5.500 per kg. Sementara saat ini harga jagung pakan sudah berada di level Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per kg.

Namun, menurut dia peternak menilai harga Rp 26.500 per kg dari peternak adalah harga ekonomis kebersamaan agar peternak masih bisa mempertahankan usahanya tanpa memberatkan konsumen.

Menurut Suwandi, jika harga telur dari peternak Rp 26.500 per kg, maka masyarakat sebagai konsumen akhir akan menerima telur dengan harga Rp 30.000 per kg.

Pedagang telur ayam melayani pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/9/2022). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

“Kalau dihitung secara betul hari ini harusnya dari kandang Rp 28.000 (per kg) baru peternak untung, tapi bagi kami Rp 26.500 (per kg) adalah harga ekonomis kebersamaan agar peternak bisa bertahan, nanti sampai konsumen Rp 30.000 (per kg) itu tidak kemahalan,” jelasnya.

Meski demikian, dia tetap menilai langkah Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga telur ayam ras Rp 24 ribu per kg adalah misi menyelamatkan peternak agar bisa bertahan. Sebab, saat ini harga telur dari kandang masih berada di angka Rp 22.000 per kg.

“Jadi memang kita berharap mungkin dengan pemerintah mengharapkan ada kenaikan nanti minimal di harga Rp 24.500 itu adalah misi penyelamatan agar para peternak ini bisa bertahan, tidak terpuruk karena kemarin untuk afkir juga sudah banyak yang di-afkir, harga afkir jatuh sampai Rp12.000,” terangnya.

Sebelumnya Kementan menargetkan harga telur ayam ras di tingkat peternak naik menjadi Rp 24.000 per kg, sementara harga live bird atau ayam pedaging hidup ditargetkan sebesar Rp 19.500 per kg. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 15 Juli 2026.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rembuk perunggasan yang digelar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementan, asosiasi peternak, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan sektor perunggasan pada Senin (6/7).