Pinjaman Dana Proyek Kereta Cepat dari China Belum Cair

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk saat ini masih mengusahakan pencairan pinjaman dana dari China Development Bank (CDB) untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Direktur Keuangan WIKA Antonius NS Kosasih beralasan belum cairnya pinjaman dana dari CDB disebabkan karena urusan pembebasan lahan yang belum rampung. Antonius berharap pencairan dana bisa dilaksanakan secepatnya agar pembangunan proyek bisa dilakukan.
"Mengenai Kereta Cepat, kami sedang negosiasi pencairan dengan CDB, karena mereka minta pencairan itu kalau lahan sudah selesai dibebaskan 100 persen, sementara kita sudah selesaikan 85 persen," ungkap Antonius di Kantor Pusat WIKA, Cawang, Jakarta, Jumat (17/3).
Ia berharap CDB mau memberikan suntikan dana tersebut meskipun WIKA belum mampu membebaskan lahan hingga 100 persen.

"Total pinjaman yang akan diberikan CDB sebesar Rp 53 triliun, bisa ada pencairan tahun ini, setidaknya 30 persen," tambah Antonius.
Saat ini menurutnya proyek kereta cepat tersebut tengah mengalami kendala pembebasan lahan di beberapa titik terutama di kawasan industri yang terletak di Karawang, Jawa Barat.
"Yang belum bebas di daerah karawang. Itu lebih sulit karena di kawasan industri, Tapi kalau dari Jakarta, Halim sampai Karawang, Karawang sampai Walini, Walini sampai Bandung sebagian besar sudah diakuisisi," jelasnya.
Kemudian sesuai masterplan proyek, WIKA akan membangun kereta cepat ini secara elevated atau melayang. Hal ini disebabkan karena kondisi kontur tanah yang dilalui kereta labil.
"Dia harus elevated dan harus lurus, enggak boleh belok-belok. Karena kecepatan tertingginya sebetulnya bisa di atas 300 km per jam," tutupnya
