Kumparan Logo

Pinnacle Investment Rilis Reksa Dana ETF ke-7

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direksi PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment). (Foto: Selfy Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direksi PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment). (Foto: Selfy Momongan/kumparan)

PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment) resmi mencatatkan produk reksa dana yang dapat diperdagangan atau exchange traded fund (ETF) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk ETF tersebut menggunakan dan mereplikasi indeks FTSE Indonesia sebagai underlying benchmark.

Produk ini resmi dicatatkan di BEI dengan kode saham XPFT. Dengan demikian, Pinnacle kini memiliki tujuh lini produk sejenis yang dicatatkan di lantai bursa yakni XPLQ, XPDV, XPLC, XPES, XPSG, XPID dan XPTF.

“XPTF merupakan ETF pertama di Indonesia yang berkolaborasi dengan FTSE Russel sebagai global index provider yang terkemuka di dunia. XPFT ini diharapkan dapat memberikan investor akses terhadap perusahaan berkapitalisasi besar di Indonesia secara efisien,” ungkap CEO Pinnacle Investment Guntur Putra di Gedung BEI, Kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (10/9).

Direksi PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment). (Foto: Selfy Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direksi PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment). (Foto: Selfy Momongan/kumparan)

Menurut Guntur, pihaknya berharap nantinya produk XPFT ini dapat membantu investor baik lokal maupun global untuk mengakses market Indonesia. Meski demikian Guntur mengatakan pihaknya memprediksi bahwa produk ini masih akan didominasi oleh investor lokal.

“Mungkin mayoritas masih institusi lokal. Cuma kan FTSE Russell indeks adalah salah satu leading indeks global provider. Jadi kan secara enggak langsung dari sisi investor global dan regional pun juga sudah mengerti karakteristik FTSE Russell Indeks. Jadi harapan kami dengan luncurkan indeks dengan FTSE Russell ini akan bantu investor global dan regional untuk akses exposure ke market Indonesia melalui ETF kita,” ujarnya.

Guntur mengatakan akan melakukan rebalance emiten yang masuk ke dalam portofolio XPTF setiap enam bulan sekali. Pihaknya juga bakal melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Kendati demikian, Pinnacle tidak memasang target dana kelolaan (Aset Under Manajeme/AUM) untuk produk tersebut. Saat ini total dana kelolaan dan dana Advisory Reksa Dana Pinnacle bertumbuh menjadi Rp 4,5 triliun.

“Sekitar Rp 4,5 triliun per jumat minggu lalu. Kami masih terbilang muda jadi belum menargetkan AUM. Fokus kami adalah membuat produk yang lebih dibutuhkan investor,” tandasnya.