Pipa Cisem Tahap II Rampung, Bisa Salurkan Gas Industri-Rumah Tangga Sekaligus

Proyek pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II rampung. PT Pertamina Gas (Pertagas) Tbk selaku penggarap proyek pipa sepanjang 245 km itu menyebut kebutuhan gas industri dan rumah tangga dapat dipenuhi sekaligus.
Pipa transmisi gas Cisem Tahap II terbentang pada ruas Batang-Kandang Haur Timur.
“Tapi baik dari sisi sektor komersial [industri] atau juga rumah tangga bisa disupport oleh dari Pertagas yang ada di sini,” kata Corporate Secretary Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, di SKG Tegalgede, Jawa Barat pada Rabu (8/7).
Pada proyek ini Pertagas berperan sebagai operator. Dengan terhubungnya Cisem Tahap II, Sulthan menuturkan kini Sumatera bagian tengah sampai Jawa Timur sudah terhubung dengan pipa transmisi gas.
“Nah, pipanya sendiri sekarang sudah terhubung semua dan sudah terintegrasi. Jadi kita bisa sampaikan bahwa memang secara infrastruktur pipa transmisi gas bumi ini sudah terkoneksi mulai dari Sumatra bagian tengah sampai dengan sekarang menuju titik di Jawa bagian timur,” ujarnya.
Sebelumnya pada Juni lalu Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah melakukan Seremonial Commissioning pipa transmisi Cisem Tahap II.
Adapun pipa tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional.
Detail Proyek
Sebelumnya, proyek pipa transmisi Cisem Tahap II membutuhkan anggaran sebesar Rp 258 miliar untuk periode 2024-2026.
Proyek pipa Cisem sepanjang 245 km ini meliputi segmen pertama dari Batang Semarang sepanjang 67 km, kemudian segmen kedua Pemalang-Cirebon sepanjang 108 km, dan segmen terakhir Cirebon-Kandang Haur Timur sepanjang 74 km.
Rencananya, pemerintah mendorong perpanjangan proyek pipa transmisi gas Cisem tersebut dengan jalur Cirebon-Bandung dan Semarang-Solo-Yogyakarta.
Total anggaran proyek pipa transmisi Cirebon-Bandung sepanjang 132 km sebesar Rp 865,07 miliar, yakni Rp 10,94 miliar pada tahun ini, kemudian Rp 854,13 miliar pada tahun 2026.
Sementara proyek pipa transmisi Semarang-Solo-Yogyakarta sepanjang 148 km dianggarkan Rp 895,63 miliar, terdiri dari Rp 13,13 miliar dalam DIPA tahun 2025, dan sisanya Rp 882,50 miliar pada tahun 2026.
