PLN Buka Kemitraan Bikin SPKLU Modal Rp 400 Jutaan, Tertarik?
ยทwaktu baca 2 menit

PLN memiliki mekanisme terkait kemitraan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Untuk SPKLU fast charging, bagi pengusaha yang berminat perlu menyiapkan modal Rp 400 juta.
Menurut Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jakarta Raya, Inu Suprianto, calon mitra tinggal menyetorkan sejumlah dana, nanti dikelola oleh PLN sampai dengan jadi charger-nya, nanti ada mekanisme sharing.
"Untuk kemitraan ini sebetulnya ada paket-paket yang lagi disusun, akan diperbarui. Tapi yang sudah berjalan, mereka bisa mengeluarkan sekitar Rp 400 jutaan, itu sudah bisa berpaket bermitra dengan PLN," kata dia saat ditemui di Kantor PLN Gambir, Jakarta, Minggu (13/8).
Inu menjelaskan saat ini di Jakarta sudah ada 5-10 mitra yang bergabung dengan PLN membangun SPKLU. Adapun untuk SPKLU dengan fasilitas ultafast charging, diperlukan modal yang lebih besar dari Rp 400 juta.
Sementara untuk tarif yang dipatok, mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 182.K/TL.04/MEM.S/2023 tentang Biaya Layanan Pengisian Listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.
Beleid itu mengatur, biaya layanan pengisian listrik yang dikenakan pada pemilik kendaraan listrik di SPKLU fast charging maksimal sebesar Rp 25.000, belum termasuk PPn untuk sekali pengisian. Sementara untuk SPKLU ultrafast charging biayanya maksimal Rp 57.000 tidak termasuk PPn.
"SPKLU yang ada ultrafast charging itu memang ada service charge yang diatur oleh pemerintah, pada dasarnya PLN mengikuti apa yang jadi ketentuan pemerintah," pungkas dia.
