PLN dan Pelindo Bakal Garap Pelabuhan Jadi Lebih Ramah Lingkungan

2 November 2022 15:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam penandatanganan MoU pada acara Energy Transition Day di Bali, Selasa (1/11/2022). Foto: Dok. Pelindo
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam penandatanganan MoU pada acara Energy Transition Day di Bali, Selasa (1/11/2022). Foto: Dok. Pelindo
ADVERTISEMENT
PT PLN (Persero) melakukan kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo guna mengubah pelabuhan lebih ramah lingkungan. Kolaborasi ini sebagai wujud sinergi BUMN dalam mendukung target net zero emission di 2060.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerja sama ini akan mengubah pelabuhan terbesar di Indonesia itu menjadi green port. Konsep green port ini mengusung energi berbasis listrik sebagai pengganti BBM yang selama ini biasa dipakai kapal saat sandar.
"Langkah kerja sama ini juga sejalan dengan program kami dalam Electricfying Marine yang mengubah kebutuhan BBM yang biasanya digunakan untuk operasional pelabuhan menjadi berbasis listrik," ujar Darmawan dalam keterangan resminya yang diterima kumparan, Rabu (2/11).
Ia menjelaskan PLN akan membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) di 24 wilayah pelabuhan milik Pelindo. ALMA ini bisa dimanfaatkan oleh para nelayan kecil dan kapal kapal kecil untuk mengisi daya alat kapal, cold storage dan juga mesin kapal berbasis baterai.
ADVERTISEMENT
Wamen II BUMN Kartika Surjoarmodjo mengunjungi pelabuhan Lombok, NTB, yang dikelola PT Pelindo III (Persero). Foto: Kementerian BUMN
Selain itu, PLN juga akan membangun Short Connection untuk menjawab kebutuhan listrik segmen kapal besar dan sedang untuk mengisi daya. Secara keseluruhan, ada 27 MVA daya dari Short Connection ini akan dibangun PLN di beberapa pelabuhan utama milik Pelindo yang tersebar di Jawa, Kalimantan, NTT dan NTB.
Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono menjelaskan sinergi ini merupakan komitmen Pelindo mewujudkan green port untuk mengurangi emisi karbon dan efek gas rumah kaca. Hal ini untuk menciptakan pelabuhan yang sustainable dan ramah lingkungan.
“Dalam merealisasikan pelabuhan hijau, Pelindo mengupayakan beberapa fokus inisiatif antara lain melalui efisiensi operasional dengan penggunaan solusi digital, pengelolaan limbah, pengembangan energi dan penggunaan peralatan ramah lingkungan, serta pemberian insentif dan fasilitas bagi pelanggan yang mendukung operasi ramah lingkungan,” kata Arif Suhartono.
ADVERTISEMENT
Melalui kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi kerja sama di bidang kelistrikan dan kepelabuhan antara PLN Group dan Pelindo Group. Antara lain lewat pemanfaatan dan pendayagunaan aset, kerja sama kegiatan kepelabuhan, perbaikan dan perawatan fasilitas pelabuhan, pembangunan kapal serta pengelolaan/pengoperasian terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS)/terminal khusus (tersus) sehingga mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal.