Kumparan Logo

PLN Incar 3.000 Ton Sampah dari Surabaya untuk Gantikan Batu Bara

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TPA Benowo Surabaya Foto: ANTARA/Zabur Karuru
zoom-in-whitePerbesar
TPA Benowo Surabaya Foto: ANTARA/Zabur Karuru

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa di Benowo, Surabaya telah diresmikan Presiden Joko Widodo. Namun, adanya Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) dianggap masih belum cukup mengatasi masalah sampah di Surabaya.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengungkapkan sampah di Surabaya setiap harinya mencapai 4.000 ton. Sementara PLTsa di Benowo baru bisa mengolah 1.000 ton.

“Sampah di Surabaya per hari 4.000 ton, energi primer dari sampah yang dibutuhkan untuk PLT sampah Benowo baru 1.000 ton per hari yang menghasilkan 9 megawatt,” kata Zulkifli saat konferensi pers secara virtual, Jumat (7/5).

Jumlah 1.000 ton tersebut baru seperempat dari sampah yang ada. Sebab, 3.000 ton sampah per harinya belum bisa diproses menjadi energi listrik.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Untuk itu, PLN mengincar 3.000 ton sampah di Surabaya untuk dikelola. Zulkifli menjelaskan langkah yang diambil PLN tidak dengan membuat lagi PLTsa, tetapi dengan co-firing yang bisa juga mengurangi penggunaan batu bara. Sampah tersebut akan diolah menjadi pelet untuk menggantikan sebagian batu bara yang dibutuhkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Nah inilah mungkin menjadi diskusi apakah yang 3.000 ton itu kita bisa berikan solusi dalam bentuk co-firing berdampingan dengan PLT sampah yang 1.000 ton per hari,” ujar Zulkifli.

kumparan post embed

Zulkifli memastikan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dalam pengolahan sampah tersebut. Apalagi, ia mengungkapkan pihaknya tidak hanya fokus menghasilkan listrik saja, tetapi juga menjaga lingkungan.

“Sebetulnya kita juga bicara mengenai lingkungan bersih bagaimana sampah kita berdayakan menjadi listrik dan itu bisa PLT sampah maupun sampah dijadikan pelet untuk menggunakannya nanti co-firing, PLTU PLN di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah,” tutut Zulkifli.