PLN IP Kembangkan Co-Firing Sorgum di PLTU Sukabumi
·waktu baca 2 menit

PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (UBP JPR) menggelar penanaman sorgum bertema “Empowering People, Save the Future” di Kampung Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, bersama masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan program penanaman sorgum ini dirancang sebagai strategi yang menghubungkan pengembangan biomassa untuk co-firing PLTU, ketahanan pangan, dan peningkatan pendapatan petani.
Sorgum dipilih karena mampu tumbuh di lahan marginal, adaptif terhadap iklim tropis, dan memiliki manfaat ganda: sebagai sumber pangan alternatif, pakan ternak, bahan baku industri, hingga bioenergi yang mendukung pengurangan emisi karbon.
“Ini bukan sekadar proyek energi hijau, tetapi gerakan transformatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi dan lingkungan. Dukungan regulasi, investasi, dan komitmen semua pihak menjadi kunci scale-up program ini dalam agenda dekarbonisasi Indonesia,” jelasnya.
Selain manfaat energi dan ekonomi, sorgum juga berperan menjaga lingkungan. Fungsinya sebagai cover crop membantu mencegah erosi, menjaga kualitas tanah, dan meningkatkan kesuburan lahan, mendorong pertanian berkelanjutan di wilayah sekitar pembangkit.
Sementara itu, Senior Manager PLN IP UBP JPR, Bowo Pramono, menjelaskan bahwa co-firing menjadi salah satu pilar PLN menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Scale-up operasional dilakukan secara bertahap dengan peningkatan rasio co-firing 5-10 persen, sambil terus memantau kinerja dan memastikan optimalisasi berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (7/12).
Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus mendampingi kelompok tani untuk memastikan budidaya sorgum berjalan produktif dan berkelanjutan. PLN IP juga membuka peluang kemitraan guna memperluas pemanfaatan sorgum sebagai biomassa, sehingga pembangkit semakin ramah lingkungan.
