Kumparan Logo

PLN Klaim Tarif Listrik Indonesia Termurah Kedua di Asia Tenggara

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelayanan PLN. Foto: PLN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelayanan PLN. Foto: PLN

PT PLN (Persero) resmi menaikan tarif dasar listrik untuk golongan rumah tangga mampu dan sektor pemerintah. Kendati begitu, sampai saat ini tarif listrik Indonesia masih terbilang murah dibanding negara lain di Asia Tenggara.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, posisi tarif listrik Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara. Adapun Malaysia menjadi negara dengan listrik termurah.

Ia menjelaskan, tarif listrik rumah tangga yang sudah disesuaikan (adjusted) di Indonesia sebesar Rp 1.444,7 per kWh per Mei 2022. Malaysia saat ini memiliki tarif sekitar Rp 1.251 per kWh dan sudah termasuk biaya subsidi dari pemerintah.

"Tarif subsidi kita itu cuma Rp 450 kalau kita bandingkan Malaysia itu Rp 1.251. Jadi kita sebenarnya yang paling rendah tapi kalau tarif yang adjusted nonsubsidi tadi dengan Malaysia ya enggak seimbang," kata Bob saat Forum Merdeka Barat 9, Jumat (17/6).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril mendemonstrasikan cara pengisian daya di SPKLU Kantor Ditjen Gatrik, Selasa (4/1). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Data dalam paparannya menunjukkan tarif listrik rumah tangga tertinggi yaitu Singapura dengan harga Rp 3.181 per kWh, lalu yang kedua Filipina sebesar Rp 2.589 per kWh, Thailand dengan harga Rp 1.589 per kWh, dan Vietnam sebesar Rp 1.556 per kWh.

Bob melanjutkan, dia mengeklaim tarif listrik untuk sektor industri di Indonesia menjadi yang termurah dari seluruh negara Asia Tenggara. Adapun tarif listrik industri menengah Rp 1.115 per kWh dan industri besar hanya Rp 997 per kWh.

"Tarif industri jelas kita jauh lebih rendah, paling bawah, paling kompetitif. Apalagi pemerintah karena sudah memutuskan untuk menjaga daya beli, tingkat inflasi, dan industri ini baru bangkit akibat COVID, maka kita termasuk paling bawah, yang lain sudah menyesuaikan," jelasnya.

Adapun Thailand menetapkan tarif listrik industri menengah seharga Rp 986 per kWh dan industri besar Rp986 per kWh. Singapura menetapkan tarif listrik industri menengah seharga Rp 2.065 per kWh dan industri besar Rp 2.001 per kWh.

Ilustrasi diskon listrik PLN. Foto: PLN

Kemudian, Filipina menetapkan tarif listrik industri menengah seharga Rp 1.783 per kWh dan industri besar Rp 1.775 per kWh. Vietnam menetapkan tarif listrik industri menengah seharga Rp 1.135 per kWh dan industri besar Rp 1.077 per kWh.

Dia menambahkan, pemerintah Indonesia terus hadir untuk tetap menjaga daya saing industri dan bisnis supaya tetap berkembang dan pulih setelah pandemi. Dengan demikian, semua tarif golongan industri dan bisnis tidak ada yang disesuaikan.

Sebelumnya, pemerintah resmi menaikkan tarif dasar listrik untuk orang kaya golongan rumah tangga R2 (3.500 VA hingga 5.500 VA), R3 (6.600 VA hingga ke atas), dan golongan sektor pemerintah (P1/6.600 VA, P2/200 KVA, P3/TR).

Kenaikan tarif listrik tersebut berlaku mulai 1 Juli 2022. Secara rinci, kenaikan tarif ini berlaku sebesar 17,64 persen untuk seluruh golongan yang terdampak, yaitu dari Rp 1.444,70 per kWh jadi Rp 1.699,53 per kWh.