PLN Tancap Gas di Malaysia, Elektrifikasi Jalur Kereta ECRL Selesai Lebih Awal
·waktu baca 3 menit

PLN baru saja menyelesaikan proyek elektrifikasi jalur kereta elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia. Proyek tersebut rampung lebih cepat dari target yang ada.
Pekerjaan ini digarap subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya yakni PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) yang berhasil menyelesaikan 2 titik proyek elektrifikasi ECRL.
Dengan capaian tersebut, PLN NPS juga mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.
"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," kata
Head Project Management Office TNB, Azreen Bin Othman dikutip dari keterangan tertulis Minggu (8/3).
Secara keseluruhan ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Proyek tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga elektrik untuk operasional penumpang dan kargo. Dengan begitu, proyek itu diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO2 per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Adapun kedua titik yang dikerjakan PLN NPC adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari jadwal. Selain itu terdapat FS 09 di Jambu Rias, Pahang yang juga rampung satu bulan lebih cepat dari target.
"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” lanjut Azreen.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menuturkan capaian ini merupakan wujud konkret transformasi dan ekspansi global PLN. Di proyek tersebut, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
Lebih lanjut, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama sedangkan PLN NPC berperan juga dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi sekaligus pelaksanaan komisioning.
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," kata Darmawan.
Darmawan lebih detail menjelaskan PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri lebih lanjut memastikan bahwa mereka siap melaksanakan design and build untuk elektrifikasi Feeder Station ECRL yang mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL) dan Underground Cable sepanjang 3 kilometer, serta pekerjaan pendukung lainnya demi memastikan proyek tersebut dikerjakan tepat waktu dan berstandar tinggi.
