PLTP Sarulla Unit III Mulai Beroperasi, Pasok Listrik 110 MW

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit III yang berkapasitas 110 Megawatt (MW) medio bulan Mei ini sudah beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD).
Sebelumnya, pada 18 Maret 2017 lalu PLTP Sarulla Unit I kapasitas 110 MW telah beroperasi. Kemudian PLTP Sarulla Unit II dengan kapasitas 110 MW COD pada 2 Oktober 2017. Dengan demikian, kini total kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW.
"Keberadaan PLTP Sarulla dibutuhkan guna mengurangi defisit listrik di Provinsi Sumatera Utara. Dengan beroperasinya PLTP Sarulla Unit III, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia sampai dengan saat sekitar 1.948,5 MW dan merupakan peringkat kedua terbesar penghasil listrik dari geothermal (panas bumi) di dunia, setelah Amerika Serikat (AS," kata Kepala Biro KLIK Kementerian ESDM, Agung Pribadi, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/5).
PLTP sarulla Unit III beroperasi lebih cepat dari perkiraan. Awalnya ditargetkan COD pada Kuartal II 2018. Pembangkit ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi 2,1 juta rumah tangga Indonesia.
"Kami senang sekali dengan beroperasi penuhnya PLTP Sarulla ini, membuat ketahanan energi kita akan lebih baik," ujar Agung.
Potensi energi panas bumi di Sarulla yang mencapai 1.000 MW disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Listrik yang dihasilkan dari PLTP Sarulla akan dijual ke PLN untuk jangka waktu 30 tahun.
Di proyek PLTP Sarulla ini, Kyushu Electric Power Co., Ltd dan Itochu Corporation memiliki 25% saham, Inpex 18,25%, PT Medco Power Indonesia 18,99% serta Ormat Technologies, Inc sebesar 12,75%.
