Kumparan Logo

PLTU Jawa 4 Irit Bahan Bakar karena Pakai Teknologi Canggih Ini

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Jonan meninjau PLTU Tanjung Jati (Foto: Nadia Riso/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Jonan meninjau PLTU Tanjung Jati (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 dengan kapasitas 2 x 1.000 MW yang berlokasi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mulai dikerjakan. Pembangkit ini nantinya diharapkan bisa memberikan kontribusi penguatan daya listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali dan akan terhubung ke saluran transmisi 500 kV Tanjung Jati-Tx Ungaran.

PLTU Jawa 4 merupakan bagian dari program 35.000 MW dengan skema IPP. Dibangun di atas lahan seluas 77,4 hektare, proyek ini ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu sekitar 50-54 bulan yang dimulai sejak April 2017. Diperkirakan PLTU Jawa 4 dapat beroperasi pada Mei 2021 dan September 2021.

PLTU Jawa 4 dibangun dengan menggunakan teknologi terbaru yaitu Ultra-Super-Critical (USC). Teknologi ini beroperasi pada tekanan dan suhu di atas titik kritis air, dimana fase gas dan cair dalam keseimbangan sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.

Pembangkit listrik dengan teknologi USC memiliki efisiensi konsumsi batu bara sekitar 8%-10% dibandingkan dengan pembangkit listrik berbasis batu bara lainnya. Selain itu, emisi gas buang jauh lebih rendah sehingga diklaim lebih ramah lingkungan.

Ilustrasi PLTU. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PLTU. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Proyek pembangkit listrik ini dikelola oleh konsorsium PT Bhumi Jati Power (BJP), yang terdiri dari Sumitomo Corporation dengan kepemilikan 50% saham, PT United Tractors Tbk dengan 25% saham, dan The Kansai Electric Power Co., Inc dengan 25% saham.

"Kami selalu berupaya untuk mendukung pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di sektor tenaga listrik. Keterlibatan kami dalam pembangunan proyek Perluasan Tanjung Jati B (PLTU Jawa 4) ini diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan ketersediaan listrik nasional. Melalui pembangunan infrastruktur energi, kami berharap dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran Indonesia," ungkap President Director PT Bhumi Jati Power Satoshi Matsui dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/9).

Pembangunan PLTU Jawa 4 menggunakan skema BOT (build, operate and transfer) dengan jangka waktu 25 tahun sejak commercial operation date. Proyek ini menelan biaya investasi sekitar 4,2 miliar dolar AS dengan sumber pembiayaan dari project financing, di mana sebagian dananya berasal dari penyertaan modal yang disetorkan oleh perusahaan sponsor dan selebihnya berasal dari pinjaman dari para kreditur.

Pembiayaan proyek ini didanai melalui pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi tujuh bank komersial, yaitu Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, The Norinchukin Bank, dan Singapore's Oversea-Chinese Banking Corporation Limited yang dijamin oleh NEXI Overseas Investment Insurance.