Kumparan Logo

PLTU Raksasa 2.000 MW di Serang Beroperasi Penuh Mulai Februari 2020

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Dermaga Batubara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, BanteN, Jum'at (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Dermaga Batubara untuk PLTU Jawa 7 di Terate, Kecamatan Kramatwatu, Serang, BanteN, Jum'at (5/7). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramwatu, Serang, Banten terus berlangsung. PLTU ini akan menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, sebab kapasitasnya mencapai 2.000 Mega Watt (MW).

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto WS menargetkan, PLTU Jawa 7 bisa beroperasi penuh antara Januari atau Februari 2020. Pembangunan pembangkit dibagi menjadi dua unit.

PLTU ini dibangun oleh PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB), yang merupakan konsorsium PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan kontraktor China Shenhua Energy Company Limited asal China. PJB memiliki porsi saham 30 persen, sementara Shenhua 70 persen. PJB adalah anak usaha PLN.

"Kita harap bisa beroperasi penuh pada Januari atau Februari 2020, lima bulan setelah unit 1 selesai," kata Haryanto saat ditemui usai peresmian dermaga batu bara untuk PLTU Jawa 7 di Serang, Banten, Jumat (5/7).

embed from external kumparan

Untuk pembangunan unit 1 dengan kapasitas 1.000 MW, pembangunannya mencapai 90 persen. Adapun PLTU Jawa 7 Unit 1 dijadwalkan Commercial Operation Date (COD) atau beroperasi secara komersial pada Oktober 2019. Kemudian unit 2 dijadwalkan COD pada Februari 2020.

Penyelesaian unit 1 ini lebih cepat dari target awal, yakni April 2020. Menurut Haryanto, hal ini bisa terjadi berkat kerja sama semua pihak.

Haryanto menyebutkan, berbagai tes di unit 1 akan dilakukan pada Agustus 2019. Mulai dari tes pelepasan beban hingga penyambungan ke jaringan.

"Pengujian sekitar satu dua bulan. Setelah itu, ke unit 2, selesai kira-kira 5 bulan setelah unit 1. Jadi seratus persen full operation," kata dia.

Haryanto mengatakan, listrik dari pembangkit ini bakal dialirkan ke Jawa dan Bali untuk industri dan rumah tangga. Selama ini, penduduk regional Jawa Bagian Barat menerima 2.500 MW listrik dari Jawa Bagian Timur. Dengan adanya PLTU Jawa 7, tak perlu lagi menerima aliran dari sana.

"Dengan adanya ini PLTU Jawa 7 ini, transfer listrik dari timur ke sini bisa berkurang, susutnya juga bisa berkurang," ucap Haryanto.