PM Australia Keberatan Tarif Baru Trump: Kami Ada Aturan Cegah Perbudakan Modern

Tarif dagang baru yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan di Australia. Untuk itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese akan berkomunikasi langsung dengan Presiden AS, Donald Trump untuk membahas tarif tersebut.
Albanese meminta Trump untuk meninjau kembali tarif baru yang diumumkan. Hal ini karena tarif tersebut menurut Albanese didasarkan tanpa alasan.
Tarif ini tidak beralasan. Kami sudah memiliki aturan yang sangat kuat untuk mencegah praktik perbudakan modern,” kata Albanese dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/7).
Ia juga menilai tarif justru akan menjadi beban bagi konsumen di negara yang menerapkannya. Kebijakan tersebut akan meningkatkan biaya di AS dan berpotensi mengganggu hubungan perdagangan antara Australia dan AS.
Maka dari itu, tak hanya di level PM, Albanese mengangkat persoalan tersebut juga akan menjadi bahasan di setiap tingkat hubungan Australia-AS.
Selain soal tarif, Albanese juga menyerukan agar perang di Iran diakhiri. Hal itu karena konflik tersebut telah mendorong kenaikan harga energi dan menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan bahan bakar di Australia.
Ia juga berharap agar Selat Hormuz dibuka tanpa adanya biaya atau pungutan untuk kapal yang melintas. Menurutnya, pungutan dapat mengganggu perdagangan internasional.
“Kami secara konsisten mengatakan bahwa kami ingin melihat de-eskalasi dan mengakhiri konflik ini,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah AS pasa pekan lalu mengumumkan tarif baru sebesar 12,5 persen setelah melakukan penyelidikan yang disebut berkaitan dengan dugaan kegagalan sekitar 60 negara dalam mencegah praktik kerja paksa di rantai pasok yang berdampak terhadap pekerja AS.
