PNM Salurkan Kredit Rp 29,27 Triliun di Kuartal II 2022

4 Agustus 2022 17:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PNM mencatatkan pertumbuhan yang positif pada kuartal II 2022. Foto: dok. PNM
zoom-in-whitePerbesar
PNM mencatatkan pertumbuhan yang positif pada kuartal II 2022. Foto: dok. PNM
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif tahun ini. Dari sisi pembiayaan, PNM berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp29,27 triliun. Jumlah ini tumbuh 26,07 persen secara year on year (yoy) dengan PNM Mekaar sebagai penopang utama yang tumbuh 30,60 persen selama periode 30 Juni 2022.
Sementara itu, dari sisi total pendapatan bunga dan syariah, nilainya naik dari Rp 3,61 triliun pada periode Juni 2021 ke Rp 5,63 triliun pada periode Juni 2022. Karena beban bunga dan syariah hanya naik tipis pada periode yang sama dari Rp1,09 triliun ke Rp 1,28 triliun, pendapatan dari bunga dan imbal hasil syariah bersih pun naik signifikan sebesar Rp 1,83 triliun.
Apabila ditambah sumber pendapatan lain seperti manajer investasi, penjualan efek, jasa konsultasi manajemen, dan dikurangi beban usaha keseluruhan, laba perusahaan mampu menembus Rp592,03 miliar. Angka ini naik 38,54 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan laba usaha sebelumnya yang hanya senilai Rp 427,33 miliar.
Dengan jumlah tersebut, laba periode berjalan PNM masih mencapai Rp 458,29 miliar. PNM pun mampu memberikan laba periode berjalan kepada entitas induk, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan angka Rp 455,32 miliar.
Dalam laporan per 30 Juni 2022, jumlah nasabah pembiayaan aktif PNM mencapai 12,37 juta nasabah naik secara signifikan dari sebelumnya sebesar 11,18 juta nasabah per 31 Desember 2022. Sementara itu, NPL per 30 Juni 2022 mengalami perbaikan dari 0,69 persen per 31 Desember 2021 menjadi hanya 0,66 persen per 30 Juni 2022.
Jumlah kantor layanan PNM pun tumbuh dari 3.673 kantor layanan per 31 Desember 2021 menjadi 4.195 kantor layanan per 30 Juni 2022, akibat dorongan ekspansi jangkauan dari PNM.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM)