Kumparan Logo

Polemik Tiket Pesawat Mahal dan Rencana Jokowi Undang Maskapai Asing

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY
zoom-in-whitePerbesar
Lion Air dan Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-hatta, Jakarta. Foto: AFP/Adek BERRY

Harga tiket pesawat yang mahal telah menjadi perhatian publik sejak awal tahun 2019. Masyarakat mengeluhkan harga tiket yang terus melambung tinggi dan kondisi tersebut berlanjut hingga memasuki arus mudik Lebaran 2019.

Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari menurunkan harga avtur, menurunkan tarif batas atas (TBA), hingga gagasan mengundang maskapai asing untuk buka rute domestik di dalam negeri.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski pemerintah sudah berusaha menurunkan harga, namun tiket pesawat tetap belum kembali ke titik normal.

Sementara, di sisi lain, industri penerbangan dalam negeri dirasa kurang variatif. Hal ini karena hanya dikuasai 2 pemain besar, yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group.

Untuk itu, Jokowi berencana mengundang maskapai asing membuka rute domestik. Tujuannya, agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Maskapai juga semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin terjangkau.

"Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai) akan semakin efisien," kata Jokowi dalam wawancara khusus kumparan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan rencana Presiden Jokowi untuk mengundang maskapai asing terbang di langit Indonesia bisa dilakukan. Namun Budi meminta maskapai asing yang berencana membuka rute domestik wajib membuka perusahaan di Indonesia. Selain itu, mayoritas sahamnya harus digenggam Indonesia.

Presiden Joko Widodo. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

"Ya ide pak Presiden bagus sekali. Kita akan mempelajari. Insyaallah itu bisa dilaksanakan," katanya.

Rencana itu juga diapresiasi Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad. Dia menilai langkah tersebut baik untuk mencegah sistem duopoli Garuda dan Lion yang mendominasi penawaran barang dan jasa.

"Saya kira ini bukan hal baru ide dari Pak Presiden karena AirAsia sebenarnya sudah masuk ke dalam negeri. Saya melihat penting maskapai tersebut memperluas jalur-jalur domestik lainnya agar duopoli Garuda dan Lion tidak terjadi," ujarnya.

Meski begitu, dia meminta agar tidak terjadi perang tarif di bawah batas minimum yang sudah ditetapkan. Hal ini harus dipastikan agar mencegah terjadinya maskapai yang gugur karena merugi.