Kumparan Logo

Populer: Anggaran DPR Naik Jadi Rp 9,9 T; Eks Wasekjen Gerindra Komisaris WSKT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Rapat Paripurna DPR RI ke-24 masa sidang IV tahun 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (15/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Rapat Paripurna DPR RI ke-24 masa sidang IV tahun 2024-2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (15/7/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Informasi mengenai alokasi anggaran DPR yang naik menjadi Rp 9,9 triliun menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Kamis (21/8).

Selain itu, berita mengenai Wakil Sekjen Gerindra periode 2020–2024, Ade Abdul Rochim, diangkat menjadi Komisaris Waskita Karya (WSKT) juga tidak kalah menyita perhatian publik.

Berikut ini rangkuman selengkapnya:

Dari Rp 5,4 Triliun Jadi Rp 9,9 Triliun, Anggaran DPR Naik Drastis Sejak 2021

Pekerja menyelesaikan perawatan gedung kura-kura DPR RI di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Anggaran DPR naik signifikan dalam RAPBN 2026. Berdasarkan dokumen Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Buku III Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L), alokasi anggaran DPR mencapai Rp 9,9 triliun atau melonjak 47,8 persen dibandingkan APBN 2025 yang sebesar Rp 6,69 triliun atau naik 83 persen jika dibandingkan pada 2021 yang hanya Rp 5,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, anggaran tersebut mencakup belanja operasional dan nonoperasional. Belanja operasional digunakan untuk pembayaran gaji serta tunjangan anggota DPR, aparatur sipil negara (ASN), staf khusus, tenaga ahli, hingga staf administrasi anggota.

Sementara belanja nonoperasional dialokasikan untuk mendukung kinerja Sekretariat Jenderal DPR dalam melaksanakan tugas dan fungsi parlemen.

Jika dibandingkan, anggaran DPR terus meningkat dari tahun ke tahun. Belanja DPR pada tahun anggaran 2021 tercatat sebesar Rp 5,41 triliun, 2022 sebesar Rp 5,6 triliun, pada 2023 sebesar Rp 6,01 triliun, 2024 sebesar Rp 5,94 triliun, dan 2025 sebesar Rp 6,69 triliun.

Mantan Wasekjen Gerindra dan Ajudan Prabowo Jadi Komisaris Waskita Karya

Gedung heritage PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Foto: Dok. Waskita Karya

Pemegang saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengangkat nama-nama baru di kursi komisaris. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/8) dengan agenda tunggal, yaitu perubahan susunan pengurus perseroan.

Di jajaran dewan komisaris, ada mantan Wakil Sekjen Gerindra periode 2020–2024, Ade Abdul Rochim, diangkat jadi Komisaris Waskita Karya. Selain itu ada juga Hasby Muhammad Zamri yang sebelumnya berkarier di DPR sebagai staf ahli dan Kementerian UMKM sebagai staf khusus.

Habsy juga pernah menjadi Komisaris Waskita Beton Precast (WSBP) sejak 4 bulan lalu. Dia lalu mengundurkan diri usai diangkat jadi Komisaris Waskita Karya.

Selain Ade dan Hasby, ada 3 nama baru di kursi komisaris independen. Mereka adalah Aqila Rahmani, Muhammad Harrirar Syafar, dan Muhammad Abdullah Syukri.

Berikut Susunan Komisaris Waskita Karya:

Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko

Komisaris: Ade Abdul Rochim

Komisaris: Hasby Muhammad Zamri

Komisaris Independen: Aqila Rahmani

Komisaris Independen: Muhammad Harrirar Syafar

Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri

Susunan Direksi Waskita Karya:

Direktur Utama: Muhammad Hanugroho

Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno

Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo

Direktur Operasi I: Ari Asmoko

Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto